Sidoarjo (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim bersama petugas gabungan mengerahkan helikopter untuk aksi pemadaman lewat jalur udara melalui water bombing peristiwa kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Semeru.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto dalam keterangannya di Sidoarjo, Rabu, mengatakan helikopter PK-DAP milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dihadirkan dari Lampung ini mulai melakukan water bombing di kawasan bagian Barat Pos 1 Pendakian, tepatnya di tebing Punggungan Desa Ranupane, Kecamatan Senduro.

"Hingga pukul 12. 00 WIB, helikopter berkapasitas bucket 1.000 liter ini telah berhasil melakukan water bombing di lokasi tersebut sebanyak 21 kali dengan curahan air sebanyak 21.000 liter," katanya.

Ia menjelaskan hingga saat ini masih ada dua titik api yang masih menyala di kawasan Gunung Semeru, yakni di sekitar Ranu Kumbolo dan di Ranu Pane B29 yang lokasinya sangat curam dan sulit dijangkau dari darat.

"Kendala di lokasi adalah angin yang kencang. Selain membuat api cepat menjalar, operasi water bombing juga terkendala, akibat hempasan angin," ujarnya.

Kalaksa Gatot Soebroto menjelaskan selain penanganan lewat jalur udara upaya pemadaman api juga tetap dilakukan lewat jalur darat oleh tim gabungan.

Tim jalur darat melakukan pemadaman secara manual dan membuat sekat bakar untuk memutus jalur perambatan api agar tidak meluas ke rumah penduduk.

Sementara itu, berdasar data Pusdalop BPBD Jatim, luas lahan yang terdampak kebakaran di kawasan Gunung Semeru sejak tanggal 26 Agustus 2026 hingga saat ini telah mencapai sekitar 600 hektare.

"Semoga besok cuacanya lebih mendukung, karena angin yang kencang mempengaruhi keamanan unit helikopter saat melakukan operasi water bombing," ujarnya.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026