Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur menggelar Madiun Melukis 2026 sebagai ajang untuk memberi ruang sekaligus mengapresiasi kreativitas seni anak-anak dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kebebasan anak-anak untuk mengekspresikan kreativitasnya melalui karya seni lukis. Saya sangat mengapresiasi ini," ujar Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun, di Kota Madiun, Sabtu.
Kegiatan yang berlangsung bekerja sama dengan sejumlah komunitas sanggar seni di Madiun tersebut dipusatkan di kawasan Pahlawan Street Center (PSC) Jalan Pahlawan Kota Madiun dan diikuti sekitar 156 peserta usia 5-15 tahun dari jenjang sekolah TK hingga SMP.
Berbeda dari kegiatan melukis yang berorientasi pada kompetisi, Madiun Melukis 2026 dikemas sebagai parade. Karya anak-anak tersebut kemudian dipamerkan di kawasan PSC dan dapat dibeli oleh pengunjung sebagai bentuk apresiasi.
Bagus mengatakan, gagasan kegiatan tersebut muncul setelah pihaknya melihat karya lukis anak-anak yang dinilai menarik. Ia kemudian mendorong agar anak-anak diberi ruang untuk berkarya tanpa tekanan perlombaan.
"Tidak ada lomba dalam ajang Madiun Melukis 2026. Saya mau parade sehingga adik-adik ini mulai terbiasa," kata Bagus Panuntun.
Menurut dia, penggunaan kawasan PSC sebagai lokasi kegiatan dipilih karena kawasan tersebut dinilai memiliki tingkat kunjungan masyarakat yang tinggi dari berbagai daerah, sehingga kreativitas anak-anak dapat disaksikan secara langsung oleh publik.
"Ini satu ruang yang saya buka untuk adik-adik, khususnya yang memang punya kelebihan dalam melukis," kata Bagus.
Selain dipamerkan, hasil lukisan tersebut dapat dibeli oleh siapapun yang berminat. Harga lukisan yang dipamerkan bervariasi, mulai dari sekitar Rp200 ribu hingga jutaan rupiah. Setiap karya juga dilengkapi sertifikat keaslian dari panitia penyelenggara.
Bagus juga turut membeli sejumlah lukisan yang dipamerkan di halaman Balai Kota Madiun. Ia mengatakan, sebagian karya yang dibelinya akan dipajang di Balai Kota sebagai bentuk apresiasi kepada para pelukis cilik.
Pihaknya berharap karya anak-anak yang dibeli oleh organisasi perangkat daerah (OPD) dapat dipajang di kantor-kantor pemerintahan. Dengan demikian, anak-anak dapat melihat secara langsung bahwa karya mereka mendapat tempat dan dihargai.
"Kemudian didokumentasi, supaya anak-anak ini teringat dengan pemerintahan. Ini memberikan apresiasi ke seluruh pelukis anak-anak," katanya.
Bagus menambahkan, antusiasme peserta dan masyarakat menjadi pertimbangan untuk melanjutkan kegiatan serupa pada tahun-tahun berikutnya.
Ia berharap Madiun Melukis 2026 dapat berkembang menjadi agenda rutin bagi anak-anak untuk menunjukkan kreativitas sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat dan pemerintah melalui karya seni.
Salah satu panitia Dwi Kartika dari Madiun School of Arts mengatakan Madiun Melukis 2026 merupakan hasil kolaborasi sanggar lukis bersama Pemerintah Kota Madiun.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ajang berkarya, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat anak-anak untuk terus mengembangkan potensi mereka.
"Apa yang kita lakukan ini, semoga bisa menumbuhkan semangat dan membuat anak-anak menjadi lebih baik dan mencintai seni," katanya.
Salah satu peserta, Fani Anugrah, siswa SMP Negeri 5 Madiun, mengaku senang dengan ajang itu. Ia turut menikmati kesempatan tersebut. Menurutnya, kegiatan melukis bersama memberikan ruang bagi anak-anak yang memiliki ketertarikan terhadap seni untuk mengasah kreativitas.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.