Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengarahkan petani di lahan tadah hujan menanam komoditas hemat air untuk menjaga produktivitas pertanian menghadapi musim kemarau dan ancaman fenomena El Nino.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan Mugito mengatakan langkah tersebut dilakukan berdasarkan pemetaan teknis terhadap Luas Lahan Baku Sawah (LBS) yang mencapai 95.530 hektare, dengan sekitar 55 persen di antaranya merupakan lahan nonirigasi atau sawah tadah hujan.
"Ketika BMKG mengumumkan kemarau dan ancaman El Nino, masyarakat tani di area tadah hujan kita arahkan menanam tanaman yang hemat air seperti kacang hijau, kedelai, jagung, tembakau, tebu, kangkung, hingga buah-buahan," katanya di Lamongan, Selasa.
Dia menjelaskan, sejumlah komoditas tersebut tumbuh baik dan sebagian telah dipanen dengan harga jual yang cukup bagus di pasaran sehingga menjadi alternatif bagi petani selama musim kemarau.
Untuk mendukung ketersediaan air, Pemkab Lamongan bersama Kementerian Pertanian mengalokasikan 392 titik/unit sarana irigasi dan konservasi, meliputi bangunan konservasi, Irigasi Perpompaan (Irpom), Irigasi Perpipaan (Irpip), dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT). Selain itu, sebanyak 293 unit mesin pompa air dari program Kementerian Pertanian turut disalurkan pada 2026.
Mugito menambahkan bahwa kondisi pertanaman padi di kawasan yang memperoleh pasokan irigasi teknis dari waduk besar dan sepanjang aliran Bengawan Solo masih cukup aman.
"Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani menembus angka hingga Rp8.600 per kilogram," ujarnya.
Untuk menjaga kecukupan air, pemerintah setempat bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Karya (SDABK) mengintensifkan pengerukan serta normalisasi saluran yang berhulu di Bengawan Solo.
Langkah tersebut diharapkan menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani.
Pewarta: Alimun KhakimEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.