Pengamalan Pancasila harus bergeser dari sekadar dihafal menjadi dibicarakan dan dilakukan bersama.
Surabaya (ANTARA) - Akademisi Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya, Dr. Muhammad Fadeli, S.Sos, M.Si mendorong penguatan implementasi nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan komunikasi partisipatif agar ideologi bangsa tidak berhenti sebatas hafalan, tetapi menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
"Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang harus terus dihidupkan melalui tindakan nyata," katanya dalam Webinar Nasional Ikatan Maheswara dan Penceramah Indonesia (IMPI) bertema "Implementasi Nilai-Nilai Pancasila melalui Pendekatan Komunikasi Partisipatif dan Aplikatif" yang digelar secara daring.
Menurut dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Bhayangkara Surabaya tersebut, tantangan implementasi Pancasila saat ini muncul akibat materialisme, budaya instan, minimnya keteladanan, hingga penyalahgunaan media sosial yang memicu penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.
Karena itu, kata dia, penguatan Pancasila perlu dilengkapi dengan komunikasi partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam dialog, penyusunan solusi, pelaksanaan aksi, hingga evaluasi bersama.
"Pengamalan Pancasila harus bergeser dari sekadar dihafal menjadi dibicarakan dan dilakukan bersama," ujarnya.
Fadeli menjelaskan, pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai subjek yang aktif mengidentifikasi persoalan, merumuskan solusi, serta mengevaluasi hasilnya.
Model ini dinilai relevan menghadapi perubahan sosial yang semakin cepat di era digital.
Ia juga menekankan pentingnya literasi digital sebagai bagian dari implementasi nilai Pancasila.
Masyarakat diimbau membiasakan prinsip "saring sebelum sharing" dengan memeriksa sumber informasi, membandingkan fakta, dan mempertimbangkan dampak sosial sebelum menyebarkan informasi.
Webinar tersebut menyimpulkan bahwa tantangan utama bukan lagi mempertanyakan relevansi Pancasila, melainkan menghadirkan nilai-nilainya secara nyata melalui keterlibatan masyarakat di keluarga, sekolah, kampus, komunitas, hingga ruang digital.
Pewarta: Faizal FalakkiEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.