Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Jatim tahun 2026 untuk terus menghidupkan semangat cinta tanah air melalui karya, prestasi, kepedulian, dan pengabdian.
"Anda semua melaksanakan tugas sangat baik sehingga pergerakan setelah selesai menaikkan dan menurunkan bendera seluruh peserta upacara memberi aplause. Malam hari ini, giliran kita semua yang memberikan applause dan penghargaan kepada kalian," ujar Khofifah di Surabaya, Selasa.
Menurut Khofifah, prosesi pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih merupakan bagian penting dari peringatan detik-detik Proklamasi. Penampilan Paskibraka Jatim yang berjalan baik menjadi simbol heroisme dan nasionalisme.
“Ruh dari peringatan detik-detik Proklamasi maupun penurunan bendera salah satunya terlihat dari kekuatan kekompakan dan soliditas tim Paskibraka. Pengibaran Sang Merah Putih memberikan penguatan terhadap napas heroisme dan nasionalisme kita,” tuturnya.
Khofifah meminta para anggota Paskibraka tidak berhenti pada kebanggaan karena telah mengemban tugas negara. Nilai yang diperoleh selama pembinaan harus diterapkan di keluarga, sekolah, perguruan tinggi, tempat kerja, dan masyarakat.
"Rasa cinta tanah air yang kalian tunjukkan ketika mengibarkan Sang Merah Putih, terus hidupkan melalui karya, prestasi, kepedulian dan tindakan nyata," tuturnya.
Ia berharap pengalaman menjadi Paskibraka menjadi fondasi bagi para anggota untuk tumbuh sebagai generasi muda yang tangguh, berkarakter, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian.
Menurut Khofifah, 76 anggota Paskibraka tersebut merupakan bagian dari generasi penerus Jawa Timur yang kelak memiliki peran strategis dalam melanjutkan pembangunan, menjaga persatuan, menghadirkan inovasi, serta membawa Jawa Timur dan Indonesia semakin maju.
Ia juga berpesan agar para anggota tidak melupakan keluarga, sekolah, daerah, pelatih, pembina, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
“Ketika berhasil, jangan pernah melupakan keluarga, sekolah, daerah, serta orang-orang yang telah mendukung perjalanan kalian. Sebab pemimpin yang hebat bukan hanya mereka yang mampu berdiri paling depan. Pemimpin yang hebat adalah mereka yang mampu memberikan teladan, menjaga integritas, serta membawa manfaat bagi orang lain,” katanya.
Khofifah optimistis pengalaman tersebut menjadi bekal lahirnya calon pemimpin masa depan dari Jawa Timur.
"Saya percaya, dari 76 anggota Paskibraka Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang hadir di sini, kelak akan lahir pemimpin masa depan yang memiliki kompetensi, karakter, integritas, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara," ujarnya.
Khofifah mengingatkan bahwa berakhirnya masa penugasan dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan akhir perjalanan sebagai Paskibraka. Para anggota masih memiliki tanggung jawab untuk kembali bertugas pada Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2027.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.