Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur kembali melaksanakan program bedah 17 rumah tidak layak huni dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai bagian dari tradisi gotong royong untuk membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau salah satu rumah penerima program milik Hasan Ashari di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, Senin.
Rumah Hasan yang sebelumnya berdinding bambu kini telah diperbaiki menjadi hunian yang lebih aman dan layak, setelah mendapat dukungan dari Baznas Trenggalek, TNI-Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat sekitar.
Mochamad Nur Arifin mengatakan program bedah rumah tersebut menjadi tradisi yang terus dipertahankan karena mencerminkan semangat gotong royong dalam mengisi kemerdekaan.
"Ini menjadi tradisi di Kabupaten Trenggalek. Saat kita semua bergotong royong, aparatur bersedekah dan berzakat, bersama masyarakat serta pelaku usaha, manfaatnya bisa kembali dirasakan masyarakat," katanya.
Menurut dia, makna kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk menyediakan tempat tinggal yang aman dan tidak lagi mengalami kebocoran.
"Kadang kemerdekaan itu sederhana. Merdeka dari atap yang bocor bagi sebagian orang merupakan kemewahan yang luar biasa," ujarnya.
Arifin mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang turut bergotong royong dalam proses pembangunan, termasuk secara bergantian membantu pengerjaan rumah penerima manfaat.
Wakil Ketua Baznas Trenggalek Rohmat mengatakan pembangunan rumah Hasan berlangsung lebih dari satu bulan dengan dukungan masyarakat yang bekerja secara bergantian dalam tiga sif.
"Setiap hari berganti sif, pagi-siang, siang-sore, dan malam. Kurang lebih sebulan lebih selesai dibangun," katanya.
Program tersebut menunjukkan kolaborasi berbagai unsur dalam penanganan rumah tidak layak huni sekaligus memperkuat kepedulian sosial masyarakat dalam momentum peringatan kemerdekaan.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.