Festival ini bukan hanya tentang memperkenalkan budaya Indonesia, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi masyarakat Indonesia dan Jepang untuk saling mengenal melalui budaya
Surabaya (ANTARA) - Festival Indonesia pertama di Chiba, Jepang, yang diselenggarakan Maha-Job, menarik hampir 15.000 pengunjung, melampaui proyeksi awal sekitar 5.000 pengunjung, selama dua hari pelaksanaan.
“Festival ini bukan hanya tentang memperkenalkan budaya Indonesia, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi masyarakat Indonesia dan Jepang untuk saling mengenal melalui budaya,” ujar Panitia penyelenggara Nadya Putri Kurniasari, dalam keterangan tertulis di Surabaya, Sabtu.
Festival yang digelar di Chiba City Chuo Park tersebut menghadirkan seni, musik, kuliner, serta berbagai kegiatan budaya Indonesia dan Jepang, yang dikemas dengan konsep interaktif agar pengunjung dapat terlibat langsung dalam berbagai pengalaman budaya yang ditawarkan.
Pertunjukan Reog Ponorogo dan tari tradisional Indonesia ditampilkan berdampingan dengan taiko dan yosakoi dari Jepang. Pengunjung juga mendapat kesempatan mencoba menabuh taiko, mengikuti gerakan yosakoi, hingga menaiki Reog dengan pendampingan panitia.
“Ketika pengunjung dapat mencoba taiko dan yosakoi, menikmati Reog dan tari tradisional Indonesia, serta berinteraksi secara langsung, di situlah kami melihat nilai utama dari festival ini,” katanya.
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya membangun interaksi yang lebih dekat antara masyarakat Indonesia dan Jepang. Pengunjung tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga memiliki ruang untuk mencoba, bertanya, dan berinteraksi.
Jumlah pengunjung yang melebihi perkiraan juga menjadi tantangan bagi panitia dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama kegiatan. Selain itu juga menjadi tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan.
“Kami akan menjadikan seluruh pengalaman dari kegiatan di Chiba ini sebagai bahan evaluasi agar kegiatan berikutnya dapat semakin baik, aman, nyaman, dan memberikan pengalaman positif bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Pewarta: Abdul HakimEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.