Mojokerto (ANTARA) - Pemerintah Kota Mojokerto memastikan pasokan pupuk dan juga pestisida di daerah itu aman menyusul telah dilakukan pengawasan oleh Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Kota Mojokerto, Rabu mengatakan pengawasan tersebut dilakukan guna memastikan ketersediaan pupuk bagi petani sekaligus menjaga distribusi berjalan sesuai ketentuan.

"Ketersediaan stok aman. Tidak ada masalah, aman semuanya,” katanya usai melakukan peninjauan pupuk di toko CV Syfa, Jalan Raya Blooto, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon.

Ning Ita sapaan wali kota menyampaikan pengawasan pupuk dan pestisida dilakukan secara berkala dan berkelanjutan melalui sinergi lintas sektor melibatkan unsur Pemerintah Kota Mojokerto, kejaksaan, serta kepolisian untuk memastikan distribusi pupuk berjalan dengan baik.

"Kita ini kan tim, sinergisitas lintas sektor. Ada dari Pemkot Mojokerto, kejaksaan, juga kepolisian. Kami bersama-sama melakukan pengawasan ini secara berkala dan berkelanjutan dengan memantau secara langsung laporan bulanan," ujarnya.

Selain memastikan ketersediaan stok Pemkot Mojokerto juga terus melihat perkembangan penggunaan pupuk nonsubsidi sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Ning Ita mengatakan, uji coba penggunaan pupuk dari Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) sebelumnya telah dilakukan di dua kecamatan di Kota Mojokerto dan hasilnya menunjukkan adanya peningkatan produktivitas tanaman padi.

“Kalau pembuktian kan sudah kita lakukan di dua kecamatan dan hasilnya memang produktivitas petaninya meningkat untuk tanaman padi,” kata Ning Ita.

Ia menambahkan, kondisi lahan di setiap wilayah tidak selalu sama sehingga penggunaan pupuk tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik tanah dan kebutuhan tanaman.

Sementara itu, pemilik CV Syfa Mardiyah mengatakan tokonya saat ini melayani kebutuhan pupuk sekitar 200 petani yang tergabung dalam sembilan gabungan kelompok tani (gapoktan). Menurutnya, distribusi pupuk kepada petani selama ini berjalan lancar.

“Kalau stok tinggal satu ton, kami langsung order lagi. Besoknya sudah dikirim,” terang Mardiyah.

Untuk mekanisme pembelian, Mardiyah menerapkan pembayaran secara tunai dari para petani.

"Dengan pola tersebut, pupuk yang tersedia dapat langsung disalurkan kepada petani sesuai kebutuhan," katanya.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026