Moskow (ANTARA) - Amerika Serikat (AS) mengerahkan spesialis penanganan bencana dan mengalokasikan jutaan dolar AS untuk membantu Kolombia setelah gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo melanda negara tersebut.
"Pemerintah Trump telah memobilisasi respons segera setelah gempa dahsyat berkekuatan 7,4 magnitudo melanda sejumlah wilayah Kolombia pada 10 Agustus," kata Departemen Luar Negeri AS dalam suatu pernyataan pada Selasa (11/8).
Beberapa jam setelah gempa, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bantuan darurat senilai 15,5 juta dolar AS atau sekitar Rp252,6 miliar untuk penyediaan tempat tinggal darurat, makanan, dan perlindungan bagi korban.
Bantuan tersebut juga mencakup penilaian terhadap kondisi struktur bangunan yang terdampak gempa.
Selain bantuan finansial, AS mengerahkan tim khusus Tim Bantuan Tanggap Bencana (DART) untuk membantu penanganan bencana. Anggota pertama tim tersebut tiba di Kolombia pada hari terjadinya gempa.
AS juga mengalokasikan 200 juta dolar AS atau sekitar Rp3,27 triliun untuk dana kemanusiaan bagi Kolombia melalui Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
Dana tersebut merupakan bagian dari kontribusi AS yang sebelumnya diumumkan senilai 3,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp62,1 triliun kepada OCHA.
Gempa bumi tersebut terjadi pada Senin (10/8), dengan pusat gempa berada di dekat San Jose del Palmar, wilayah administratif Choco. Guncangan terasa di sebagian besar wilayah Kolombia dan negara-negara tetangga.
Jumlah korban tewas akibat gempa tersebut mencapai 224 orang, sementara lebih dari 800 orang lainnya terluka.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Pewarta: Yoanita Hastryka DjohanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.