saya ingin usaha ini berjalan secara benar, legal, dan bisa dipertanggungjawabkan
Surabaya (ANTARA) - Pengusaha asal Surabaya Rachmad Arga Dumilang berhasil membangun usaha pemasok BBM industri melalui jalur resmi atau legal setelah meninggalkan bisnis ilegal yang pernah membawanya berhadapan dengan aparat penegak hukum.
“Saya benar-benar mulai dari nol. Awalnya broker minyak, lalu bekerja ikut orang. Dari situ sedikit demi sedikit menyisihkan hasil untuk biaya operasional dan akhirnya bisa mengumpulkan modal untuk membuat akta pendirian perusahaan,” kata Arga di Surabaya, Selasa.
Arga mengatakan perjalanan bisnis minyak dimulai sekitar 2012 sebagai broker tanpa modal, sebelum kemudian mengumpulkan modal dan membangun usaha sendiri.
Pria berusia 35 tahun itu mengaku sempat terjerumus bisnis minyak ilegal atau black market yang berkembang hingga menguasai pasar pada 2023.
Namun, Arga ditangkap aparat kepolisian pada 2025 karena disangka melakukan bisnis BBM ilegal dan peristiwa tersebut menjadi titik balik untuk meninggalkan bisnis itu.
“Saat itu semua media memberitakan. Itu menjadi titik balik bagi saya. Saya berpikir, kalau terus berada di jalur seperti ini, bagaimana masa depan keluarga dan perusahaan saya?” ujarnya.
Setelah itu, Arga membangun PT Cahaya Pratama Energy di Surabaya Timur sebagai pemasok sekaligus agen resmi BBM industri nonsubsidi di Jawa Timur.
Perusahaan tersebut menyebut produknya berasal dari ekosistem distribusi resmi Pertamina melalui PT Elnusa Petrofin.
Saat ini, perusahaan mengklaim mampu menyalurkan sekitar 300 ribu liter BBM industri setiap bulan untuk konsumen di Jawa Timur.
“Memang susah. Persaingan juga ketat. Tapi saya ingin usaha ini berjalan secara benar, legal, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tuturnya.
Arga mengingatkan konsumen agar tidak hanya tergiur harga murah, tetapi memeriksa legalitas pemasok, dokumen pengiriman, asal produk, dan identitas kendaraan pengangkut.
“Kalau resmi, konsumen harus bisa melihat identitas dan dokumen pengirimannya. Ada logo Pertamina dan identitas yang jelas. Surat jalan serta delivery order juga harus jelas,” ujarnya.
Menurut Arga, pengalaman masa lalu menjadi pelajaran untuk mengembangkan usaha dengan mengedepankan legalitas, ketepatan waktu, dan kepercayaan konsumen.
“Yang saya pikirkan sekarang bukan hanya bisnis hari ini. Saya ingin usaha ini bisa terus berjalan, legal dan dipercaya,” katanya.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.