Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan perilaku hidup sehat. Melalui edukasi ini, kami berharap para santriwati memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan reproduksi serta mampu menerapkan PHBS sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Surabaya (ANTARA) - Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK UNUSA) memperkuat literasi kesehatan reproduksi remaja melalui penyuluhan kepada santriwati Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, sebagai upaya membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
Pimpinan program, dr. Fathimah Zahra mengatakan remaja membutuhkan akses terhadap informasi kesehatan yang akurat agar mampu menjaga kesehatan diri sejak dini.
"Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan perilaku hidup sehat. Melalui edukasi ini, kami berharap para santriwati memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan reproduksi serta mampu menerapkan PHBS sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari," katanya melalui keterangan yang diterima di Surabaya.
Dengan mengusung materi kesehatan reproduksi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Edukasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman santriwati mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta menerapkan pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Dalam penyuluhan, peserta memperoleh penjelasan mengenai perubahan fisik dan psikologis pada masa remaja, cara menjaga kebersihan organ reproduksi, pencegahan infeksi, hingga penerapan PHBS di lingkungan pesantren.
Materi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, dan sesi tanya jawab sehingga para santriwati dapat berkonsultasi langsung mengenai berbagai persoalan kesehatan yang umum dialami remaja.
Melalui kegiatan tersebut, FK UNUSA berharap edukasi kesehatan dapat meningkatkan kesadaran santriwati dalam menjaga kesehatan reproduksi, sekaligus mendorong mereka lebih kritis dalam menyaring informasi sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru.
Pewarta: Faizal FalakkiEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.