Situbondo (ANTARA) - Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mendorong Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat membentuk trade hub dan pemasaran digital produk kerajinan lokal sebagai solusi efisiensi di tengah keterbatasan anggaran.
"Pemasaran digital ini menjadi kunci agar produk Situbondo dikenal luas. Kalau mengacu pada teori rational choice, konsumen hanya akan memilih dan membeli produk yang sudah mereka kenal dan kualitasnya," kata Bupati Rio di Situbondo, Jawa Timur, Selasa.
Dia juga mengajak lembaga perbankan untuk berkolaborasi memberikan pendampingan serta literasi ekspor dan konektivitas keuangan bagi para perajin, sehingga mereka mampu melakukan pengiriman barang secara mandiri atas nama produk Situbondo.
Dengan kolaborasi dekranasda dan perbankan serta pemerintah daerah setempat, lanjut Rio, pelaku UMKM Situbondo diharapkan tidak hanya menjadi pemasok bahan baku atau pun produk tanpa nama, melainkan tumbuh menjadi eksportir mandiri.
"Oleh karena itu kami mendorong pelaku UMKM menyelesaikan dan melengkapi dokumen legalitas usahanya, yang menjadi syarat mutlak memasuki rantai pasok formal dan pasar ekspor," kata dia.
Bupati Rio menambahkan, tantangan utama di Situbondo untuk di sektor kerajinan hingga saat ini masih terdapat kendala mengenai identitas produk saat merambah pasar luar daerah maupun luar negeri.
Kendati produk kerajinan Situbondo seperti olahan kayu, batik hingga miniatur surfing memiliki kualitas tinggi dan diminati pasar internasional, kata Rio, ekspor produk tersebut mayoritas dicatat atas nama daerah lain.
"Hal ini yang merugikan pertumbuhan ekonomi daerah karena potensi ekspor Situbondo tidak tercatat secara formal di BPS," ujar dia.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.