Situbondo, Jatim (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada tahun ini fokus melakukan inventarisasi seluruh industri kecil dan menengah (IKM) di daerahnya untuk dilakukan pembinaan agar masuk ke pasar nasional.
Ketua Dekranasda Kabupaten Situbondo Husna Laili menyampaikan pemetaan IKM di daerah itu perlu dilakukan dan selanjutnya dikelompokkan skala usahanya mulai yang berkembang, baru memulai, hingga perajin yang sudah maju.
"Nantinya, dengan dilakukan pengelompokan IKM baru merintis, berkembang dan yang sudah maju akan memudahkan pengurus Dekranasda memberikan perlakukan dan pembinaan lebih tepat," kata Mbak Una, sapaannya, usai melantik Pengurus Dekranasda Situbondo periode 2026-2030 di Pendopo Kabupaten Situbondo, Senin.
Selain itu, lanjut dia, Dekranasda juga akan terus mendorong penguatan pasar domestik, salah satunya seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi pelopor pembeli produk kerajinan lokal.
Mbak Una mengimbau seluruh OPD Pemkab Situbondo agar memanfaatkan produk kerajinan IKM maupun UMKM setempat sebagai bingkisan atau suvenir ketika ada kegiatan kedinasan.
"Selain kami melakukan pemetaan skala usaha IKM, Dekranasda juga berharap adanya dukungan anggaran dari pemerintah daerah untuk mendukung keberlanjutan program-program yang sudah direncanakan," tutur Mbak Una.
Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengapresiasi terbentuknya kepengurusan Dekranasda yang inklusif dan melibatkan berbagai elemen strategis daerah.
"Situbondo sudah dinobatkan sebagai kabupaten UMKM, dan itu melekat. Potensi terbesar kita adalah small medium enterprise, dan kerajinan adalah salah satu pilar utama UMKM kita," katanya.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.