Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan meluncurkan Gerakan Pemulihan Ekosistem secara serentak di seluruh Indonesia sebagai komitmen mempercepat restorasi kawasan hutan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko di Taman Wisata Alam (TWA) Angke, Jakarta, Senin, mengatakan peluncuran gerakan tersebut menjadi puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026.
"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo untuk melakukan restorasi hutan, maka hari ini kami mohon Pak Menteri berkenan meluncurkan Gerakan Pemulihan Ekosistem secara serentak sebagai komitmen bersama," kata dia.
Satyawan menjelaskan kegiatan pemulihan ekosistem tersebut melibatkan sebanyak 74 Unit Pelaksana Teknis (UPT) KSDAE di seluruh Indonesia.
Pada peringatan tahun 2026, HKAN mengusung tema "Konservasi Alam Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia" yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan generasi dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.
Satyawan menekankan tantangan pemulihan ekosistem dan perlindungan alam saat ini tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendirian, melainkan membutuhkan sinergi erat bersama masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga media.
Selain peluncuran gerakan pemulihan ekosistem, rangkaian peringatan HKAN 2026 di TWA Angke diisi dengan penanaman pohon mangrove serta pelepasliaran 15 ekor burung air Ibis cucukbesi (threskiornis melanocephalus) sebagai aksi nyata restorasi habitat dan satwa liar.
"Dukungan kita sekarang sudah 70-80 persen populasi mangrove dari total luas TWA ini. Bukan cuma itu, juga dijaga ekosistemnya, pelepasliaran burung air ini," katanya.
Satyawan berharap momentum HKAN yang diperingati setiap 10 Agustus ini dapat memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk terus merawat alam Indonesia demi keberlanjutan generasi mendatang.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan sendiri menargetkan pencapaian keseimbangan degradasi lahan seluas 12,3 juta hektare hingga tahun 2030 mendatang. Rehabilitasi mangrove termasuk didalamnya yang difokuskan melalui program Mangrove for Coastal Resilien (M4CR) di empat provinsi prioritas, yaitu Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, dengan target luas 41.000 hektare hingga tahun 2027.
"Ini upaya yang kita lakukan secara terus-menerus juga komitmen Kementerian Kehutanan untuk membangun kesadaran bahwa konservasi alam ini ada upaya yang jangka panjang. Dan HKAN ini melibatkan semua mitra sehingga kita harapkan peran serta masyarakat di dalam konservasi, dalam menjaga kelestarian sumber daya alam beserta ekosistemnya dapat dilakukan secara
bersama-sama dan partisipatif," kata dia menekankan.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko PrasetyoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.