Washington (ANTARA) - Pemerintah Amerika Serikat menyatakan setiap jalur pelayaran sementara di Selat Hormuz akan dibuka tanpa memerlukan izin maupun pungutan biaya berdasarkan kesepakatan antara Iran dan Oman.

Pernyataan itu disampaikan seorang pejabat AS kepada NewsNation, Kamis (6/8), di tengah laporan mengenai kemajuan perundingan antara Iran dan Oman terkait pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut.

Sebelumnya, stasiun televisi Al-Hadath melaporkan, dengan mengutip sumber senior, Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan mengenai pembukaan penuh Selat Hormuz yang kini masih menunggu persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Pengumuman resmi mengenai kesepakatan itu diperkirakan akan disampaikan dalam beberapa hari mendatang. Laporan tersebut juga menyebut kedua negara tidak berencana mengenakan biaya kepada kapal yang melintasi jalur perairan itu.

"Setiap jalur sementara akan dibuka tanpa hambatan, yang berarti tidak ada persetujuan, izin, maupun pungutan biaya. Selat Hormuz adalah jalur perairan internasional dan tidak ada pihak yang mengendalikan jalur pelayaran atau hak untuk melintasinya," kata pejabat tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Minggu (2/8), mengatakan pihaknya menangguhkan rencana serangan terhadap Iran setelah muncul prospek tercapainya kesepakatan damai.

Menurut Trump, kesepakatan itu mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pengaturan terkait program nuklir Iran.


Sumber: Sputnik



Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026