Blitar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, melakukan uji coba sistem tanam padi Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) untuk petani, melalui pembangunan demplot seluas dua hektare di delapan kecamatan untuk meningkatkan produktivitas padi.
Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar Siswoyo Adi Prasetyo mengemukakan program yang diinisiasi Kementerian Pertanian tersebut diarahkan untuk mendorong modernisasi sektor pertanian.
"Teknologi yang diterapkan adalah tabur benih langsung dengan sistem jajar legowo. Untuk kebutuhan benih dan pupuk memang lebih banyak, tetapi populasi tanaman meningkat sehingga hasil juga diharapkan lebih tinggi," katanya di Blitar, Kamis.
Ia mengungkapkan, delapan kecamatan yang menjadi lokasi uji coba tersebut meliputi Selopuro, Doko, Selorejo, Kanigoro, Sutojayan, Gandusari, Wlingi, dan Talun, Kabupaten Blitar.
Pihaknya menjelaskan demplot dibangun agar petani dapat melihat secara langsung penerapan sistem PM-AAS sebelum diterapkan secara lebih luas.
Berbeda dengan metode konvensional yang menggunakan benih semai, PM-AAS menerapkan sistem tabur benih langsung (tabela) dengan pola tanam jajar legowo.
Menurut Siswoyo, sistem tersebut dinilai mampu meningkatkan populasi tanaman. Jika metode konvensional menghasilkan sekitar 300 hingga 400 rumpun per hektare, PM-AAS berpotensi mencapai 800 hingga 1.000 rumpun per hektare.
Ia menambahkan tantangan utama penerapan PM-AAS bukan terletak pada kondisi lahan selama ketersediaan air mencukupi, melainkan mengubah pola pikir dan kebiasaan petani dalam menerapkan teknologi baru.
Pihaknya juga mengoptimalkan pendampingan oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) melalui sosialisasi dan pembangunan demplot di setiap wilayah, untuk mendukung implementasi program tersebut.
Selain itu, pemerintah daerah telah mengusulkan calon petani dan calon lokasi (CPCL) seluas 203 hektare untuk pelaksanaan PM-AAS pada musim tanam Agustus hingga September 2026.
Petani yang mengikuti program juga akan mendapatkan dukungan sarana produksi, sedangkan alat tanam masih dapat dibuat secara mandiri oleh petani.
"Kami mengoptimalkan peran PPL untuk sosialisasi, pendampingan serta pembangunan demplot di masing-masing wilayah," kata dia.
Pihaknya berharap uji coba PM-AAS ini dapat meningkatkan produktivitas padi sekaligus menjadi model pengembangan pertanian modern untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.