Surabaya (ANTARA) - Platform ekosistem hiburan berbasis kecerdasan buatan (AI) SHOW Token, secara resmi mengumumkan keterlibatannya sebagai Executive Producer dalam proyek film drama komedi layar lebar terbaru berjudul Ketok Mejik.
Chief Executive Officer (CEO) SHOW Token Akshay Melwani dalam keterangannya di Surabaya, Selasa mengatakan pihaknya bersinergi dengan Haha Production yang bertindak sebagai kreator utama di balik produksi fisik film.
"Langkah strategis ini menjadi wujud nyata kelanjutan komitmen alokasi dana investasi ekosistem sebesar 100 juta dolar AS yang dicanangkan SHOW Token untuk mendinamisasi dan memodernisasi industri kreatif nasional," tuturnya.
Ia menuturkan, film Ketok Mejik dijadwalkan hadir menghibur para pencinta sinema di seluruh jaringan bioskop tanah air mulai 13 Agustus 2026.
"Sebagai bagian dari rangkaian penyambutan sekaligus bentuk apresiasi bagi para penikmat film lokal, penayangan special screening eksklusif telah sukses digelar di Surabaya dan Malang pada 1–2 Agustus lalu," tuturnya.
Tak hanya menawarkan komedi, kata dia, film ini menghadirkan kisah drama yang mengangkat persoalan kehidupan, penyelesaian konflik, serta perjuangan para pahlawan di kehidupan nyata dengan pendekatan ringan dan sarat makna.
"Dukungan kami dalam film Ketok Mejik bersama Haha Production adalah pembuktian komitmen berkelanjutan SHOW Token dari aksi besar senilai 100 juta dolar AS untuk memajukan sinema Indonesia. Kami ingin membuktikan bahwa karya lokal dengan cerita yang berbobot dan dekat dengan masyarakat mampu memiliki daya saing yang kuat serta nilai ekonomi yang berkelanjutan," katanya.
Ia menambahkan bahwa melalui partisipasi aktif di platform SHOW, masyarakat tidak lagi hanya berperan sebagai penonton pasif. Menurutnya, model transparansi digital terintegrasi yang dibangun SHOW Token membuka ruang yang lebih inklusif bagi penikmat film dan komunitas untuk turut memantau serta mendukung perjalanan IP dari balik layar.
“Ini adalah pergeseran paradigma penting di mana audiens bertransformasi menjadi mitra pendukung utama ekosistem kreatif,” tuturnya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.