New York (ANTARA) - Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Senin (3/8) mengatakan 10 persen penduduk Gaza telah mencapai ambang kelaparan, dan memperingatkan situasi kehidupan di seluruh Jalur Gaza yang semakin buruk dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Badan PBB itu mengatakan ancaman kelaparan mengancam ratusan ribu warga di tengah blokade komprehensif dan krisis pasokan esensial yang hingga kini masih berlangsung.

OCHA menuturkan indikator kemanusiaan telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, dengan 67 persen penduduk Jalur Gaza menghadapi kerawanan pangan akut, di mana setiap harinya mereka harus berjuang untuk mendapatkan makanan pokok, bahkan untuk sekali makan.

Menurut laporan PBB itu, 10 persen penduduk Gaza telah mencapai ambang kelaparan, yakni tahap sebelum dinyatakan kelaparan resmi (Tahap 5 IPC dalam Klasifikasi Tahap Ketahanan Pangan Terpadu).

Laporan tersebut mengungkapkan situasi yang kian memburuk di Gaza akibat terganggunya arus bantuan kemanusiaan rutin, runtuhnya rantai pasokan lokal, dan krisis finansial parah yang berimbas pada operasi bantuan internasional.

OCHA memperingatkan dalam beberapa jam ke depan akan sangat krusial untuk mencegah bencana kemanusiaan berskala besar.

OCHA juga mendesak pembukaan kembali seluruh perlintasan perbatasan serta pembentukan koridor kemanusiaan yang aman dan berkelanjutan guna memastikan penyaluran bantuan makanan dan pasokan medis dilakukan tanpa gangguan sebelum semuanya terlambat.

Sumber: WAFA



Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026