Moskow (ANTARA) - Militer China mengungkap sebuah rancangan sistem kecerdasan buatan (AI) untuk merencanakan dan mengoordinasikan serangan udara, demikian laporan South China Morning Post seperti dikutip RIA Novosti dari Moskow, Selasa.

Sistem AI tersebut dikembangkan untuk latihan militer yang melibatkan puluhan unit dan ratusan target, serta membantu menyusun rencana operasi tempur.

Langkah itu menunjukkan upaya Beijing mempercepat integrasi teknologi canggih ke dalam operasi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), ungkap laporan South China Morning Post tersebut.

Analis militer Zhang Junshe mengatakan kepada Global Times bahwa AI dapat membantu proses pengambilan keputusan dalam operasi militer.

Menurut Zhang, teknologi tersebut mampu menghitung perkembangan medan perang secara waktu nyata dan menentukan sasaran optimal bagi berbagai jenis senjata.

AI juga dapat membantu menentukan waktu penggunaan amunisi, meningkatkan akurasi serangan, serta mengurangi pemborosan sumber daya selama operasi, katanya.


Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA



Pewarta: Rahmad Nasution
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026