Madura Raya (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meninjau secara langsung penanganan korban kebakaran KMP Mutiasa Sentosa II di Sumenep, Jawa Timur, guna memastikan proses evakuasi dan penanganan korban.
Menhub Dudy datang langsung ke Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Senin, dini hari, bertemu dengan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Sumenep.
"Kami menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini. Kami memastikan proses evakuasi dilakukan secara optimal dan berjalan lancar, sehingga seluruh penumpang dan awak kapal dapat ditemukan serta mendapat penanganan lebih lanjut dari petugas," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Sumenep, Senin siang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumenep yang dinilai bergerak cepat sejak awal kejadian dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki, untuk mendukung operasi penyelamatan.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Sumenep yang telah bergerak cepat sejak awal kejadian. Sinergi semua pihak sangat penting dalam memastikan proses penyelamatan dan penanganan korban dapat dilakukan secara maksimal," ujar dia.
Setelah dari Sumenep, ia langsung bertolak ke Surabaya untuk pemantauan lebih lanjut melalui Posko Terpadu Penanganan Kecelakaan Kapal KM Mutiara Sentosa II di Pelabuhan Tanjung Perak.
Sebanyak sembilan korban kebakaran KMP Mutiasa Sentosa II tiba di Pelabuhan III Pelindo Kalianget, Sumenep, Senin, sekitar pukul 00.20 WIB dengan KN SAR Permadi.
"Dari sembilan korban yang tiba, empat orang langsung dirujuk ke RSI Kalianget untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, sedangkan lima korban lainnya diberangkatkan menuju Posko Terpusat Surabaya sesuai dengan mekanisme penanganan yang telah ditetapkan," kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi.
Pewarta: Abd AzizEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.