Malang Raya (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Jawa Timur mendorong puskesmas terus menyosialisasikan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada masyarakat yang mendatangi fasilitas kesehatan itu, guna meningkatkan capaian program tersebut pada 2026.
Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif di Kota Malang, Selasa, mengatakan dalam satu hari rata-rata layanan puskesmas se-Kota Malang dikunjungi antara 150 hingga 200 orang.
"CKG sampai sekarang terus berproses sehingga teman-teman di 16 puskesmas kami harapkan melakukan sosialisasi, capaian sementara ini baru 16 persen," kata dia.
Selain puskesmas, pihaknya juga memaksimalkan layanan CKG yang diselenggarakan di puskesmas pembantu (pustu) dan 640 pos pelayanan terpadu (posyandu).
Seluruh pelayanan program dari pemerintah pusat ini, kata dia, diselenggarakan setiap hari di seluruh layanan kesehatan tersebut.
Husnul menyampaikan setiap hasil CKG yang telah dilaporkan akan langsung dievaluasi setiap Selasa, kemudian diunggah melalui Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK).
"Jadi CKG pertama kami input, ketika CKG kedua kami tidak input karena setahun sekali, dari jumlah 150 sampai 200 orang sekitar 50 hingga 60 persenan baru melaksanakan CKG," ucapnya.
Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, kata dia, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyakit paling banyak, yakni hipertensi, diabetes, serta gangguan sirkulasi pada pernapasan dan darah.
Selain itu, Dinkes Kota Malang menyebut masyarakat sudah mulai memiliki kesadaran untuk memeriksakan kondisi kesehatannya lewat program itu.
Ia menjelaskan program CKG yang digagas oleh pemerintah pusat sesungguhnya sebagai langkah deteksi dini gangguan kesehatan yang nantinya bisa ditindaklanjuti melalui pemeriksaan medis lebih detail di rumah sakit.
"Kalau dulu karena belum memiliki pemahaman yang utuh sehingga pada semua wilayah, terutama saat ada layanan (kesehatan) di luar gedung kami menyampaikan ada akses dan pemeriksaan secara gratis," ucapnya.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.