Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Jawa Timur memastikan sebanyak 71 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu telah memiliki rekomendasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLSH).
Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif di gedung DPRD setempat, Senin, menyebut jumlah keseluruhan SPPG se-Kota Malang mencapai 87 titik.
"Kota Malang terdapat 87 SPPG, yang sudah memiliki rekomendasi SLHS 71 SPPG, berarti yang belum keluar rekomendasi SLHS ada 16 SPPG," kata Husnul.
Ia menjelaskan belasan SPPG yang belum mengantongi SLHS sebenarnya telah disasar inspeksi kesehatan lingkungan (IKL).
Namun, pada prosesnya masing-masing dapur MBG dinilai belum memenuhi standar indikator IKL dengan nilai minimal 80, sehingga perlu dilakukan pengambilan sampel ulang, seperti sampel air makanan yang sudah jadi, dan petugas harus dipastikan telah mengikuti pelatihan penjamah makanan.
Khusus pemeriksaan kualitas air dilakukan secara ketat dengan melihat kandungan mikrobiologi dan kimiawi.
Sampel yang diambil kemudian akan dikirimkan dan diuji kembali melalui fasilitas laboratorium kesehatan daerah.
Apabila dari hasil uji laboratorium menyatakan sampel yang diambil bebas permasalahan, Dinkes Kota Malang akan langsung memberikan rekomendasi SLHS kepada pihak SPPG.
"Yang belum memenuhi syarat kami lakukan visitasi ulang, lalu memberikan penjelasan titik kritis mana sih yang belum sesuai. Bahkan, teman-teman sudah ada yang empat kali melakukan uji ulang," ujar dia.
Dia menyampaikan setiap SPPG yang telah mendapatkan rekomendasi, bisa mengurus perizinan penerbitan sertifikat SLHS.
Pada kesempatan itu, ia mengemukakan dugaan kejadian keracunan di salah satu sekolah telah ditindaklanjuti dengan melaksanakan pengambilan dan pemeriksaan sampel pada makanan yang dihidangkan sebagai menu MBG.
Sedangkan untuk SPPG terkait dipastikan telah mengantongi rekomendasi SLHS. "Kalau lokasi sudah rekomendasi SLHS," ucapnya.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.