Pamekasan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur berupaya mencegah penyebaran penyakit campak dan difteri melalui Program Jelajah Imunisasi yakni program layanan kesehatan keliling dan pemberian vaksin gratis untuk anak-anak di wilayah itu.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Saifudin di Pamekasan, Minggu mengatakan, program ini menyasar desa-desa yang cakupan imunisasinya masih rendah.
"Program jelajah imunisasi merupakan program yang melibatkan semua pihak dengan tujuan agar cakupan imunisasi bisa mencapai 100 persen," katanya.
Ia menjelaskan, hingga 26 Juli 2026 ini, cakupan imunisasi pada anak dan balita di Kabupaten Pamekasan masih rendah, yakni 87 persen.
Karena itu, sambung dia, perlu upaya serius untuk meningkatkan cakupan imunisasi dengan cara melibatkan semua pihak terkait, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, pemerintah desa, hingga organisasi mitra.
Program ini, juga menjadi momentum baik dalam berupaya memperkuat sinergi seluruh pihak agar tidak ada lagi anak yang tertinggal dari layanan imunisasi.
"Dan program ini menjadi penguat kolaborasi antara pemerintah, organisasi mitra, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan cakupan imunisasi," katanya.
Kepala Dinkes Saifudin lebih lanjut mengungkapkan, capaian imunisasi di Kabupaten Pamekasan yang perlu ditingkatkan, sehingga berpotensi memicu munculnya kembali Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Di antaranya campak, tuberkulosis (TBC), difteri, tetanus, hingga penyakit menular lainnya.
"Kami menargetkan cakupan imunisasi bisa mencapai 100 persen pada tahun ini," katanya.
Untuk mempercepat pencapaian target, Dinkes meminta seluruh puskesmas meningkatkan kualitas pelayanan imunisasi sekaligus aktif menelusuri anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Bidan desa dan kader posyandu juga didorong terus melakukan edukasi serta pendampingan kepada keluarga
Selain itu, PKK di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa diminta menggerakkan masyarakat agar rutin datang ke Posyandu. Pemerintah desa pun diharapkan memberikan dukungan kebijakan dan pemberdayaan masyarakat agar pelaksanaan imunisasi berjalan optimal.
Ia juga mengajak seluruh orang tua agar tidak ragu membawa anak ke Posyandu maupun Puskesmas sesuai jadwal imunisasi. Menurutnya, imunisasi merupakan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi.
"Kalaupun ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), tenaga kesehatan akan melakukan pendampingan. Yang terpenting, setiap anak mendapatkan haknya untuk terlindungi dari berbagai penyakit," katanya.
Pewarta: Abd AzizEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.