Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong pemerintah daerah (pemda) memadukan kebudayaan dan pariwisata guna menarik lebih banyak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

Bambang Haryo Soekartono di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, menyampaikan ketika berbicara pariwisata Indonesia maka tidak hanya soal keindahan alam, tetapi juga keberagaman budaya dan bila potensinya dimaksimalkan akan menambah kekayaan opsi di sektor tersebut di mata wisman.

"Pemerintah daerah harus mengerti bahwa pariwisata adalah sektor yang bisa mengungkit multiplier effect perekonomian dan supaya maksimal tentu di sini ada budaya, turis mancanegara memiliki ketertarikan luar biasa terhadap budaya kita sehingga ini sangat potensial," kata dia.

Ia menyampaikan.salah satu keberagaman budaya Indonesia yang menyimpan potensi meningkatkan kunjungan wisman adalah seni bela diri, seperti peresean dan pencak silat.

"Saya sempat berbicara dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Beliau langsung punya ide untuk budaya digeber, alhamdullilah pertumbuhan ekonomi di sana sudah 13 persenan. Pencak silat juga sama kalau dirutinkan penyelenggaraannya dampak ke ekonomi daerah tentu besar," ucapnya.

Oleh karena itu, pemerintah daerah dengan rajin menyelenggarakan sekaligus mempromosikan setiap agenda kejuaraan pencak silat maupun seni bela diri tradisional lainnya.

Ia menyampaikan salah satu contoh negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu memaksimalkan budaya lokal untuk mendongkrak sektor pariwisata adalah Thailand melalui seni bela diri mua thai.

"Sekali menonton bisa sampai Rp1 juta rupiah per orang, ini (pencak silat) bisa dibuat seperti itu juga," ucapnya.

Dia juga mengemukakan munculnya berbagai tantangan global seperti saat ini, banyak negara yang lebih memfokuskan mempromosikan sekaligus mengintegrasikan antara budaya dan pariwisata untuk meningkatkan pendapatan negara.

"Misalnya Jepang, budaya di sana digeber habis-habisan dan sekarang turis yang berwisata ke Jepang sudah mencapai hampir 35 juta dari di bawah 20 juta. Kemudian, Prancis juga sama budaya dan museumnya dinaikkan, hasilnya sekarang rata-rata 100-150 juta turis berkunjung dan tertinggi di dunia," ucapnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, jumlah kunjungan wisman pada periode Januari-Mei 2026 secara kumulatif mencapai 6,07 juta kunjungan atau mengalami pertumbuhan sebesar 7,68 persen dari periode yang sama pada tahun lalu.

Mayoritas kunjungan wisman pada Mei 2026 berasal dari Malaysia sejumlah 298,21 ribu kunjungan atau 21,58 persen dari total kunjungan.

Selain Malaysia, kunjungan wisman asal Australia sebanyak 155,03 ribu kunjungan atau 11,22 persen dan wisman asal Singapura sebanyak 136,74 ribu kunjungan atau 9,89 persen.

 



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026