Madiun (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun, Jawa Timur mengenalkan alat transportasi kereta api kepada anak-anak penyandang disabilitas di wilayah kerjanya dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2026.
Manager Humas Daop 7 Madiun Tohari di Madiun, Kamis, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan ruang ekspresi yang setara serta mengenalkan alur perjalanan transportasi kereta api mulai dari pembelian tiket, proses boarding, hingga aturan keselamatan perjalanan.
"Anak-anak disabilitas memiliki hak yang sama untuk mengekspresikan diri. Melalui tema HAN tahun 2026 'Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan', KAI berkomitmen menghadirkan sarana transportasi yang aman, nyaman, dan ramah disabilitas," ujar Tohari.
Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa-siswi disabilitas dari beberapa SLB di wilayah kerja Daop 7 Madiun, di antaranya SLB Negeri Banjarsari Wetan Kabupaten Madiun, SLB Manisrejo Kota Madiun, dan SLB Panca Bhakti Magetan.
Para anak ini diajak menikmati perjalanan dengan KA Singasari (Madiun–Blitar) dan KA Brantas (Blitar–Madiun).
Selain pengalaman naik kereta api gratis, peringatan Hari Anak Nasional ini disemarakkan dengan berbagai penampikan bakat dari para siswa SLB, antara lain penampilan anak tunarungu mengikuti lagu dengan bahasa isyarat, peragaan busana oleh anak tunagrahita, dan atraksi pencak silat dari anak tunarungu.
Tohari menegaskan bahwa KAI terus berupaya memberikan kemudahan dan apresiasi pada penumpang anak serta penyandang disabilitas melalui berbagai fasilitas yang diberikan.
Di antaranya adalah tarif diskon hingga 20 persen untuk perjalanan KA Jarak Jauh bagi penumpang penyandang disabilitas melalui registrasi dengan surat keterangan dokter, penyediaan area bermain di stasiun pada momentum liburan, dan layanan inklusif bagi penyandang disabilitas.
"Melalui kegiatan ini, KAI Daop 7 Madiun berharap dapat menciptakan kenangan perjalanan yang menyenangkan khususnya bagi penyandang disabilitas sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap kereta api sejak usia dini," katanya.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.