Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota Madiun meluncurkan ajang Sleko Youth Creative Market di lantai 2 Pasar Sleko Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jawa Timur yang rencananya akan dijadikan sebagai wadah pelaku ekonomi kreatif (ekokraf) dan komunitas anak muda di wilayah setempat.
Kegiatan yang digelar sebagai rangkaian dari peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun tersebut menampung berbagai pelaku usaha ekonomi kreatif anak muda di Kota Madiun untuk berkiprah, mulai dari kuliner, kopi, kriya, batik, fotografi, seni rupa, desain grafis, dan lainnya.
"Sleko Youth Creative Week ini merupakan uji coba atau embrio membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kota Madiun. Harapannya, setelah selesai, kegiatan ini bisa terus menjadi pusat ekokraf di Kota Madiun," ujar Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun dalam kegiatan peluncuran Youth Creative Week 2026, pekan ini.
Ajang Youth Creative Week 2026 berlangsung pada 21–26 Juli 2026 mulai pukul 18.00 WIB di lantai dua Pasar Sleko. Selama enam hari, pengunjung dapat menikmati pameran karya ekonomi kreatif dan komunitas hingga hiburan musik.
Setiap malam acara dimeriahkan penampilan musisi berbeda, seperti Daniel Rumbekwan, Echo 40, Jati, One & Friends, Kuzan & Kizaru, serta Skata-Kata.
Bagus berharap kreativitas anak-anak muda tersebut tidak berhenti hanya selama gelaran event Youth Creative Week 2026, namun terus berjalan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Madiun melalui pemberian sejumlah fasilitas, salah satunya tidak ada biaya sewa kios di pasar tersebut untuk enam bulan ke depan.
"Teman-teman pelaku kreatif kita gratiskan sewa selama enam bulan. Ini untuk membangun ekosistemnya dulu. Harapannya, ke depan bisa berlanjut dan berkembang," katanya.
Bagus menambahkan kegiatan tersebut muncul karena kawasan lantai 2 Pasar Sleko sebelumnya sepi dan banyak kios tutup. Diharapkan, dengan adanya ajang Sleko Youth Creative lokasi tersebut bisa menjadi ruang kreatif yang menghasilkan.
Adapun, konsep yang diusung Sleko Youth Creative Market tidak hanya berfokus pada aktivitas jual beli, tetapi juga kolaborasi antarpelaku ekonomi kreatif. Sejumlah stan mengusung konsep unik, seperti kedai kopi yang dipadukan dengan ruang literasi, batik bersama koleksi barang antik, hingga produk kreatif lokal lainnya.
Ke depan, Pemkot Madiun juga berencana membangun tampilan baru Pasar Sleko agar memiliki identitas sebagai pasar kreatif sekaligus tempat jujukan wisata baru.
Guna menjaga aktivitas kawasan tetap hidup, berbagai agenda rutin seperti pertunjukan musik dan kegiatan ekonomi kreatif lainnya akan digelar.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.