Bangkalan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, memberikan pembekalan tentang literasi media sosial (medsos) kepada para siswa baru di berbagai lembaga pendidikan di wilayah itu selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Literasi menggunakan media sosial ini penting diketahui siswa, sebagai bagian dari pengayaan wawasan dan informasi, serta cara mendapatkan informasi yang baik dan benar di media sosial," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkab Bangkalan Zainal Alim di Bangkalan, Sabtu.
Ia menjelaskan selama pelaksanaan MPLS Diskominfo Bangkalan mengerahkan tim ke berbagai sekolah untuk memberikan materi tentang media sosial, cara bermedia yang santun, serta cara menangkal kabar bohong yang banyak beredar di media sosial.
Karena itu, lanjutnya, pengguna media sosial perlu memahami kecakapan digital sehingga tidak terjerumus pada hal-hal negatif.
"Hal ini yang menjadi dasar bagi kami, mengapa kami harus terjun secara langsung menyampaikan edukasi dan wawasan tentang media sosial kepada siswa baru," katanya.
Lebih lanjut Zainal Alim mengajak seluruh siswa untuk menjadikan media sosial sebagai ruang belajar, wadah berkarya, serta sarana berbagi informasi yang bermanfaat.
Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi yang masif saat ini harus diimbangi dengan etika digital yang kuat, sehingga platform digital tidak disalahgunakan sebagai sarana penyebaran ujaran kebencian, perundungan, maupun berita palsu.
Para siswa juga diberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya perundungan, termasuk dampak psikologis yang ditimbulkan bagi korban serta langkah antisipasi yang harus dilakukan jika mengalaminya.
"Kami juga selalu mengingatkan pentingnya menghargai pendapat orang lain, berpikir sebelum mengunggah sesuatu, dan memahami bahwa setiap aktivitas di internet meninggalkan jejak digital yang dapat mempengaruhi masa depan," katanya.
Para peserta MPLS juga diajak membangun komitmen bersama untuk selalu berkomentar dengan sopan, tidak melakukan perundungan terhadap teman, serta tidak menyebarkan hoaks.
Penanaman literasi digital ini, kata dia, diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga cerdas dan beretika di dunia maya.
Pewarta: Abd AzizEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.