Untuk kremasinya tidak usah jauh-jauh. Di komplek Adi Jasa ini sudah bisa semuanya
Surabaya (ANTARA) - Yayasan Adi Jasa resmi mengoperasikan krematorium terpadu berbasis digital di Surabaya, Sabtu, untuk melengkapi layanan rumah duka dengan fasilitas kremasi modern, penyimpanan abu jenazah, serta sistem layanan kedukaan terintegrasi.
"Untuk kremasinya tidak usah jauh-jauh. Di komplek Adi Jasa ini sudah bisa semuanya. Termasuk nanti setelah dikremasi, disimpan tidak jauh-jauh juga," kata Ketua Yayasan Adi Jasa Pek Sugiarto Pangestu saat peresmian fasilitas tersebut di Jalan Demak, Surabaya, Sabtu.
Peresmian krematorium dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Indah Kurnia, Ketua Dewan Pembina Adi Jasa Alim Markus, dan Ketua Yayasan Adi Jasa Pek Sugiarto Pangestu.
Fasilitas baru tersebut melengkapi Rumah Duka Adi Jasa yang sebelumnya telah memiliki 58 ruang persemayaman, 22 mesin pendingin, serta lebih dari 2.600 tempat penyimpanan abu jenazah.
Menurut Sugiarto, layanan kremasi menggunakan teknologi asal Jerman yang diklaim ramah lingkungan karena bebas asap dan bau. Proses kremasi membutuhkan waktu sekitar 90 menit, kemudian dilanjutkan pendinginan selama 30 menit.
"Keluarga bisa memilah-milah tulangnya untuk digiling. Digiling jadi abu, dimasukkan dalam guci, dan disimpan di tempat penitipan abu. Jadi tidak usah keluar jauh-jauh," ujarnya.
Yayasan juga menggandeng platform Solusi Duka untuk menghadirkan layanan kedukaan digital. Melalui layanan tersebut, pelayat dapat mengirim karangan bunga digital berdesain tiga dimensi yang ditampilkan pada layar televisi di ruang persemayaman.
Karangan bunga digital tersebut dipasarkan dengan harga sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bunga papan konvensional.
Selain itu, sistem informasi rumah duka telah terintegrasi dalam situs web sehingga setiap almarhum memiliki halaman khusus yang memuat jadwal tutup peti, pemberangkatan, serta bunga digital yang terhubung dengan layar di ruang persemayaman, krematorium, maupun prosesi pemakaman.
Layanan kedukaan digital tersebut memungkinkan keluarga dan kerabat dari berbagai negara memberikan penghormatan secara daring. Hingga kini, layanan itu telah diakses lebih dari lima juta pengguna dari 42 negara.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi dedikasi pengurus dan para donatur Yayasan Adi Jasa yang dinilai konsisten membantu masyarakat tanpa memandang latar belakang.
"Mereka tidak pernah menghitung uang yang dikeluarkan berat, tapi mereka hanya tahu berapa yang bisa dibantu dan terlepas dari kesusahan," ungkap Eri.
Menurut Eri, semangat gotong royong tanpa membedakan suku dan agama menjadi wujud nyata toleransi di Kota Surabaya.
"Semoga dengan diresmikannya krematorium ini akan memberikan banyak pilihan kepada warga Kota Surabaya. Akan memberikan yang terbaik bagi warga," tuturnya.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.