Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa AWS) mengirim enam mahasiswa mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tematik Komunikasi Pariwisata, Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Koordinator Wilayah Jawa Timur di Kabupaten Pasuruan.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Stikosa AWS sekaligus dosen pendamping lapangan Anita Agustina Wulandari menjelaskan, KKN menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menghubungkan kompetensi akademik dengan kondisi sosial di masyarakat.

"Kami berharap pengalaman ini membentuk lulusan Stikosa AWS yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati sosial, jiwa kolaboratif, dan kemampuan menghadirkan perubahan yang berkelanjutan di tengah masyarakat," kata Anita dalam keterangan diterima di Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu.

Menurutnya, melalui KKN kolaboratif tersebut, mahasiswa juga didorong mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama lintas perguruan tinggi, serta membangun jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan.

Anita menjelaskan keikutsertaan Stikosa AWS dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus mampu menghadirkan solusi bagi persoalan sosial melalui pendekatan ilmu komunikasi.

Dirinya mengatakan mahasiswa diharapkan mampu menjadi komunikator, fasilitator, dan pemecah masalah yang menghubungkan potensi lokal dengan inovasi komunikasi sehingga pengalaman KKN membentuk lulusan yang berempati, kolaboratif, serta mampu menghadirkan perubahan berkelanjutan bagi masyarakat.

Stikosa AWS, lanjutnya, menempatkan tiga mahasiswa di Desa Podokoyo dan tiga mahasiswa di Desa Ngadiwono untuk melaksanakan program penguatan literasi digital, komunikasi publik, promosi potensi desa, pengembangan media informasi desa, dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Camat Tosari, Bachtiar Prihatin Bachri mengatakan KKN menjadi ruang belajar bersama masyarakat sehingga mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi, memahami kebutuhan warga, serta mempublikasikan potensi pariwisata Tosari secara lebih luas melalui kreativitas komunikasi.

Di lain sisi, Kepala Desa Podokoyo, Edi Priyanto, menyatakan pemerintah desa siap mendukung seluruh kegiatan mahasiswa dan mendorong kolaborasi dengan perangkat desa, kelompok sadar wisata, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta masyarakat agar program yang dijalankan memberi manfaat nyata.



Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026