Surabaya (ANTARA) - Lima mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) menciptakan Mangonut Bar, camilan sehat berbahan daun mangga dan kulit kacang tanah yang memanfaatkan limbah pangan sekaligus menawarkan potensi pangan fungsional bagi masyarakat.
Ketua tim Josephine Aprilia di Surabaya, Jumat, menuturkan ide ini bermula dari keprihatinan terhadap jumlah penderita diabetes mellitus tipe satu dan dua di Indonesia yang menempati posisi terbesar keenam di dunia.
"Setelah kami cari tahu, ternyata daun mangga memiliki senyawa antidiabetes berupa mangiferin. Pemanfaatan ekstrak daun mangga dapat mencegah lonjakan kadar gula dalam darah karena proses penyerapan glukosa yang menurun,” tuturnya.
Selain Josephine Aprilia, tim pengembang Mangonut Bar terdiri atas Felicia Tiffany T, Jovianne Vevina, Sabina Ananda V, dan Edwin Tirtana dari Fakultas Teknobiologi serta Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya.
Selain kandungan mangiferin pada daun mangga, tim juga melihat potensi kulit kacang tanah yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.
Padahal, limbah tersebut mengandung antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari paparan radikal bebas.
Josephine mengatakan proses pengembangan produk hingga menjadi camilan siap konsumsi memerlukan waktu sekitar tiga bulan.
Selama itu, tim menghadapi tantangan dalam menyelaraskan jadwal karena berasal dari fakultas berbeda, sekaligus melakukan berbagai uji coba agar menghasilkan tekstur, rasa, dan aroma yang sesuai.
“Tantangan utamanya karena kami berasal dari fakultas yang berbeda, sehingga menyesuaikan jadwal dan kesibukannya cukup sulit. Selain itu, butuh beberapa kali percobaan agar produk yang dihasilkan memiliki tekstur, rasa, dan aroma yang enak,” kata Josephine.
Pembuatan Mangonut Bar dilakukan di bawah bimbingan Dr Gabriel Tirtawijaya melalui tahapan pengeringan daun mangga dan kulit kacang tanah untuk menurunkan kadar air tanpa merusak kandungan nutrisinya.
Daun mangga dikeringkan menggunakan oven bersuhu 55 derajat Celsius selama 1,5 jam, sedangkan kulit kacang tanah dikeringkan pada suhu 60 derajat Celsius selama dua jam sebelum dihaluskan menjadi serbuk.
Serbuk daun mangga dan kulit kacang tanah kemudian dicampurkan dengan mentega, pemanis erythritol, madu murni, telur, tepung maizena, kacang tanah panggang, dan rice crispy.
Adonan dipanggang selama 15 menit pada suhu 120 derajat Celsius hingga siap dipotong menjadi snack bar.
Josephine berharap inovasi tersebut dapat menginspirasi lahirnya produk pangan yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat sekaligus meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian.
“Selain itu, inovasi Mangonut ini sangat potensial untuk diproduksi dalam skala industri karena bahan baku yang mudah ditemukan, proses pembuatan yang sederhana, dan modal yang tidak terlalu tinggi,” ujarnya.
Sebelumnya, inovasi Mangonut Bar meraih medali emas kategori Pangan, penghargaan Favorite Poster kategori Pangan, dan juara harapan III seluruh kategori pada ajang Mandalika Essay Competition 8.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.