Karena itu kami ikut mendorong melalui setiap kegiatan kedewanan dengan menggandeng Dinas Kesehatan agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan pemeriksaan kesehatan.

Surabaya (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Jairi Irawan mendorong pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) diperluas dengan pendekatan kepada masyarakat guna meningkatkan cakupan deteksi dini penyakit sekaligus memperkuat upaya pencegahan.

"Selama ini pelaksanaan CKG di Jawa Timur masih belum optimal masih sekitar 32 persen. Karena itu kami ikut mendorong melalui setiap kegiatan kedewanan dengan menggandeng Dinas Kesehatan agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan pemeriksaan kesehatan," kata Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim ini di Surabaya, Jumat.

Menurut Jairi, butuh kolaborasi seluruh pihak, termasuk kalangan legislatif, agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut menjangkau lebih banyak warga.

Ia menjelaskan, setiap kegiatan reses maupun sosialisasi yang digelar di daerah pemilihannya selalu diawali dengan layanan cek kesehatan gratis. 

Langkah tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat bahwa pemeriksaan kesehatan rutin merupakan bagian dari pola hidup sehat, bukan hanya dilakukan ketika seseorang sudah sakit.

Menurut dia, perubahan pola hidup masyarakat menjadi tantangan tersendiri karena kasus penyakit tidak menular, termasuk penyakit kronis, semakin banyak ditemukan bahkan pada usia muda.

"Preventif harus diperkuat. Jangan sampai anggaran kesehatan lebih banyak habis untuk pengobatan. Kalau masyarakat semakin sadar menjaga kesehatan sejak dini, beban pembiayaan BPJS Kesehatan maupun APBD juga bisa ditekan," ujarnya.

Jairi menilai pelaksanaan CKG juga perlu dikemas dengan pendekatan baru. Selama ini, sebagian masyarakat masih enggan datang ke puskesmas karena merasa malu atau khawatir dianggap sedang sakit.

Karena itu, ia mengusulkan layanan CKG tidak hanya dipusatkan di fasilitas kesehatan, tetapi juga digelar di kantor kelurahan, kecamatan, posyandu maupun lokasi kegiatan masyarakat sehingga lebih mudah dijangkau.

Ia mencontohkan pemeriksaan IVA untuk deteksi dini kanker serviks yang awalnya kerap ditakuti masyarakat. 

Namun, setelah mengikuti pemeriksaan, banyak peserta mengaku puas karena prosesnya tidak sesulit yang dibayangkan.

Selama Januari hingga Juni 2026, Jairi telah melaksanakan sekitar 35 kegiatan kedewanan dan 80 persennya disertai layanan cek kesehatan gratis secara mandiri ataupun bekerja sama dengan Dinas Kesehatan sebagai upaya memperluas jangkauan program preventif kepada masyarakat.
 



Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026