Magetan (ANTARA) - Anggota DPRD Jatim sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan Diana Sasa menyebut Timnas Argetina melaju ke final Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan cerita tentang kemenangan, tetapi juga pelajaran mengenai kepemimpinan, disiplin organisasi, serta pentingnya regenerasi dalam membangun tim yang kuat.

Pihaknya menilai perjalanan Argentina menuju final menjadi contoh bagaimana keberhasilan dibangun melalui proses yang panjang, strategi yang matang, dan kerja kolektif.

"Argentina menunjukkan bahwa sebuah tim tidak selalu menang karena memiliki individu terbaik, tetapi karena mampu membangun sistem yang berjalan dengan baik. Ketika semua menjalankan perannya, kemenangan menjadi hasil dari proses, bukan sekadar keberuntungan," ujar Diana Sasa dalam keterangannya di Magetan, Kamis.

Menurutnya, pelatih Lionel Scaloni berhasil menjaga keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi. Di satu sisi, Lionel Messi tetap menjadi sosok pemimpin di lapangan, namun di sisi lain muncul kontribusi besar dari generasi baru seperti Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, Julián Álvarez, hingga Lautaro Martínez yang mampu menjaga kualitas permainan Argentina.

Diana Sasa menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa organisasi yang sehat tidak boleh bergantung pada satu figur semata. Sebaliknya, regenerasi harus dipersiapkan sejak dini agar estafet kepemimpinan berjalan tanpa kehilangan arah dan identitas. Prinsip seperti itu juga penting diterapkan dalam organisasi maupun pembangunan daerah.

Ia juga menyoroti bagaimana tim berjuluk Albiceleste itu tetap tenang ketika sempat tertinggal dalam pertandingan hingga akhirnya mampu membalikkan keadaan.

Sikap tersebut, lanjutnya mencerminkan karakter kepemimpinan yang matang. Organisasi yang kuat tidak mudah panik saat menghadapi tekanan, melainkan mampu menjaga konsistensi dan menjadikan tantangan sebagai momentum untuk bangkit.

Lebih lanjut, ia menilai terdapat tiga pelajaran penting yang dapat dipetik dari keberhasilan Argentina. Pertama, strategi yang matang akan selalu lebih kuat dibanding keputusan yang bersifat reaktif. Kedua, regenerasi merupakan investasi terbaik untuk menjaga keberlanjutan organisasi. Ketiga, ketenangan dalam menghadapi tekanan menjadi ciri kepemimpinan yang mampu membawa sebuah tim menuju keberhasilan.

"Pelajaran dari Argentina tidak hanya relevan dalam dunia sepak bola. Dalam pemerintahan, pembangunan daerah, maupun organisasi politik, keberhasilan juga lahir dari perencanaan yang baik, disiplin dalam pelaksanaan, serta kemampuan menjaga kekompakan dan kepercayaan antar-anggota," katanya.

Menjelang partai final, Diana Sasa mengaku tetap menjagokan Argentina untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia. Menurutnya, jika Argentina berhasil mempertahankan gelar, kemenangan tersebut akan menjadi simbol bahwa kerja kolektif, kepemimpinan yang tenang, dan regenerasi yang berhasil merupakan fondasi utama dalam membangun sebuah tim juara.
 



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026