Madiun (ANTARA) - Petani tebu di Kabupaten Madiun, Jawa Timur menerima bantuan bibit tebu bersertifikat dari Kementerian Pertanian RI (Kementan RI) yang didistribusikan oleh PT Ascarya Agro Gempita Indonesia guna mendukung percepatan swasembada gula nasional.

Tim Teknis PT Ascarya Agro Gempita Indonesia Fendi di Madiun, Kamis mengatakan jumlah bibit yang disalurkan mencapai sebanyak 18,6 juta mata bibit tebu dan dipastikan telah bersertifikat.

"Bantuan bibit  Kementan tersebut akan digunakan untuk pengembangan tebu di lahan seluas 310 hektare. Program tersebut diharapkan mampu menghasilkan tanaman tebu yang lebih sehat, produktif, dan memiliki rendemen gula lebih tinggi sehingga mendukung target swasembada gula nasional," ujarnya.

Menurutnya seluruh bibit yang disalurkan telah melalui proses sertifikasi oleh Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang. Dengan begitu, mutu bibit dipastikan memenuhi standar untuk dibudidayakan.

Adapun, bibit bersertifikat itu memiliki kemurnian varietas yang lebih tinggi, daya tumbuh yang baik, serta bebas dari penyakit yang dapat menurunkan produktivitas tanaman.

"Bibit yang kami salurkan merupakan bibit bersertifikat sehingga kualitasnya sudah teruji. Harapannya produktivitas tebu petani meningkat dan mampu mendukung program swasembada gula," katanya. 

Ia menegaskan kualitas bibit menjadi fondasi utama dalam budidaya tebu. Semakin baik mutu bibit yang digunakan, semakin besar pula peluang memperoleh hasil panen dengan rendemen gula yang tinggi.

Selama ini, masih banyak petani menggunakan bibit hasil perbanyakan sendiri secara turun-temurun. Praktik tersebut membuat kualitas bibit terus menurun sehingga pertumbuhan tanaman tidak seragam dan produksi gula menjadi kurang optimal.

Bibit unggul yang disalurkan pemerintah berasal dari varietas yang telah beradaptasi dengan kondisi tanah dan iklim di Kabupaten Madiun. Hal itu diharapkan mampu menghasilkan tanaman yang lebih sehat dan memiliki potensi produksi lebih tinggi.

Dengan peningkatan produktivitas tersebut, petani diharapkan memperoleh hasil panen yang lebih banyak sekaligus meningkatkan pendapatan mereka.

Selain penyaluran bibit unggul, pemerintah juga mendorong adanya pendampingan teknis kepada petani. Mulai dari cara penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga penentuan waktu panen yang tepat. Pendampingan tersebut dinilai penting agar potensi bibit unggul dapat dimanfaatkan secara maksimal. 

Kabupaten Madiun menjadi salah satu daerah penghasil tebu di Jawa Timur yang memiliki potensi besar guna mendukung peningkatan produksi gula nasional, lanjutnya. Melalui penyaluran 18,6 juta mata bibit bersertifikat itu, pemerintah berharap mutu tanaman tebu rakyat terus terjaga, produktivitas meningkat, dan target swasembada gula nasional segera terwujud.



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026