Kediri (ANTARA) - Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo Kediri, Jawa Timur, memfasilitasi petani tebu sebagai calon petani calon lokasi (CPCL) program bongkar ratoon dan perluasan areal tanam sebagai upaya mendukung program swasembada gula nasional yang dicanangkan Kementerian Pertanian RI.

General Manager PG Ngadiredjo Kediri Faiz Humami mengatakan pihaknya memberikan bantuan berupa 60.000 mata bibit per hektare secara gratis serta bantuan biaya garap setara 40 hari orang kerja (HOK) per hektare lahan tebu.

"Jadi 40 HOK per hektare artinya kami memberi bantuan dana setara upah 40 hari kerja orang untuk satu hektare lahan tebu," kata Faiz dalam keterangannya di Kediri, Rabu.

Ia menambahkan program tersebut menyasar petani tebu di wilayah kerja PG Ngadiredjo Kediri yang meliputi Kecamatan Ngancar, Wates, Kandat, Ngadiluwih, Kras, dan Ringinrejo di Kabupaten Kediri, serta sejumlah wilayah di Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang.

Ia menjelaskan program bongkar ratoon bertujuan meningkatkan produktivitas kebun tebu dengan mengganti tanaman ratoon yang sudah kurang produktif menjadi tanaman tebu baru sehingga mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi dan berkualitas.

Menurut dia, peningkatan produktivitas tebu di tingkat petani menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung target swasembada gula nasional yang dicanangkan pemerintah.

Faiz juga mengajak petani tebu di wilayah kerja PG Ngadiredjo Kediri untuk memanfaatkan program tersebut agar dapat meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

"Dengan mengikuti program bongkar ratoon ini dan manfaatkan fasilitas yang tersedia, mendorong produksi tebu yang lebih melimpah demi mendukung swasembada gula nasional," ujarnya.

Sementara itu, Manajer Tanaman PG Ngadiredjo Kediri Sabar Dwi Komarudin menambahkan petani yang berminat dapat mendaftarkan diri dan berkoordinasi dengan petugas sesuai wilayah masing-masing untuk mengikuti program tersebut.

"Petani nanti bisa menghubungi petugas sesuai wilayah masing-masing untuk mengikuti program tersebut," kata dia.

Sementara itu, hingga kini di PG Ngadirejo Kediri, masih dilakukan proses giling tebu. PG Ngadiredjo Kediri melaksanakan giling 2026 selama 200 hari dengan menggiling tebu sebanyak 11 juta kuintal dengan hasil gula sebanyak 80 ribu ton.

Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) Mahmudi sebelumnya mengatakan performa di PG Ngadirejo Kabupaten Kediri juga sangat bagus, baik dari segi manajemen pabrik seperti sumber daya manusia (SDM) serta semangat petani dalam menyetorkan bahan baku tebu ke pabrik.

"Sampai saat ini menunjukkan peningkatan dibanding tahun lalu dan mudah mudahan ini terus berjalan sampai akhir giling," kata dia.

Mahmudi menegaskan program swasembada gula nasional bisa dicapai akhir tahun ini, karena didukung dengan produktivitas tebu melimpah, hasil gula meningkat, serta pabriknya juga banyak melakukan inovasi.

"Bahkan untuk produktivitas tebu di Jawa Timur tahun ini meningkat 1,5 juta ton dari tahun sebelumnya. Kami berharap PG Ngadiredjo menjadi pilar swasembada gula nasional," kata Mahmudi.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026