kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengenal teknologi manufaktur terbaru

Surabaya (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan penyelenggaraan Manufacturing Surabaya 2026 menjadi momentum memperkuat daya saing industri manufaktur melalui adopsi teknologi, kolaborasi, dan peningkatan efisiensi produksi. 

"Pameran ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengenal teknologi manufaktur terbaru karena kalau terus terjebak dalam pola produksi yang lama, maka mereka akan kalah kompetitif," kata Emil di sela pembukaan pameran Manufacturing Surabaya 2026, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu.

Menurut dia, pameran tersebut menjadi sarana bagi pelaku industri untuk mempelajari perkembangan teknologi manufaktur terkini, mulai dari otomatisasi, digitalisasi hingga penerapan kecerdasan artifisial (AI) yang mampu meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus memperkuat konektivitas sistem industri.

Selain itu, ia menegaskan Indonesia perlu menghindari deindustrialisasi dengan mempertahankan kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional.

Jawa Timur sendiri, lanjutnya, menyumbang sekitar 22 persen terhadap total industri manufaktur Indonesia sehingga penguatan teknologi dan kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan strategis.

"Kita ingin terus meningkatkan kualitas SDM, penguasaan teknologi, dan berkolaborasi dalam pengembangan teknologi terapan di Jawa Timur sebagai basis manufaktur Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia Meysia Stephannie mengatakan penyelenggaraan Manufacturing Surabaya yang memasuki tahun ke-20 tidak lagi sekadar menjadi ajang pameran teknologi, melainkan ruang kolaborasi bagi pelaku industri untuk membangun ekosistem manufaktur yang semakin terintegrasi. 

"Tahun ini Manufacturing Surabaya diikuti lebih dari 150 peserta pameran dari 17 negara yang menempati area seluas 7.887 meter persegi. Kami menargetkan lebih dari 9.000 pengunjung atau meningkat 25 persen dibandingkan tahun lalu," kata Meysia.

Pameran tersebut, kata dia, juga dirangkaikan dengan Machine Tools Surabaya, Tools & Hardware Surabaya, Industrial Automation & Logistics Surabaya, Growtech Indonesia, dan Indonesia Energy Week Surabaya untuk memperkuat kolaborasi sektor manufaktur, energi, dan agrikultur. 

Pihaknya berharap, penyelenggaraan tersebut tidak hanya memperkenalkan inovasi terbaru, tetapi juga mempertemukan pelaku industri dengan mitra strategis serta membuka peluang investasi dan kerja sama yang dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing manufaktur di Indonesia.

Baca juga: Emil Dardak: Indonesia Energy Week cermin industri terintegrasi



Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026