Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Gojek menghadirkan menu Jalan Jajan untuk mempermudah wisatawan menemukan destinasi wisata dan kuliner di sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Surabaya, Bali, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.

"Jalan Jajan merupakan kumpulan rekomendasi destinasi wisata dan kuliner yang telah dikurasi di aplikasi Gojek," kata Head of Corporate Affairs Gojek wilayah Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara Armyn Gita di Surabaya, Jawa Timur, Jumat.

Menu Jalan Jajan pada aplikasi Gojek berisi kumpulan rekomendasi lokasi wisata hingga kuliner yang selama ini menjadi tujuan favorit wisatawan sehingga pelanggan dapat langsung menuju destinasi dengan praktis dan nyaman.

Melalui program ini, kata Armyn, Gojek ingin membantu masyarakat menikmati liburan dengan lebih praktis dan relevan dengan tren perjalanan saat ini, sekaligus mendukung geliat ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan ke destinasi wisata dan kuliner lokal di berbagai kota.

Sejalan dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tren saat ini menunjukkan wisatawan nusantara semakin banyak memilih perjalanan jarak dekat dengan durasi singkat, rata-rata tiga malam.

Didukung infrastruktur transportasi yang semakin terhubung, masyarakat semakin mudah mengeksplorasi destinasi yang berada di dalam maupun sekitar kota tempat mereka tinggal.

“Kami berharap peningkatan aktivitas selama musim liburan dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal, Mitra Usaha GoFood, dan Mitra Driver di ekosistem Gojek, sekaligus membuka lebih banyak peluang pendapatan dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal Bali," kata Armyn.

Beberapa rekomendasi Jalan Jajan di Surabaya yang telah dikurasi berdasarkan favorit masyarakat setempat meliputi jejak sejarah dan narasi historis, pusat-pusat belanja favorit, dan kuliner seperti Pasar Atom Mall, Kota Lama, Tunjangan Plaza, dan Bebek Palupi.

"Pelanggan juga dapat menikmati beragam potongan harga spesial dari Mitra Usaha GoFood yang masuk dalam rekomendasi Jalan Jajan untuk terus mendukung menjelajahi kuliner lokal," katanya.



Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026