Kecepatan pertumbuhan sangat penting, tetapi sekadar cepat saja tidak lagi cukup
Surabaya (ANTARA) - Firma konsultan bisnis, BP Consulting Group, mengajak para pemimpin perusahaan memperkuat fondasi bisnis agar mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan di tengah tantangan dunia usaha yang semakin kompleks.
Founder & Managing Partner BP Consulting Group Anthony Soehartono mengatakan banyak perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi kini dihadapkan pada tantangan menurunnya profitabilitas, loyalitas pelanggan, dan daya saing bisnis.
"Kecepatan pertumbuhan sangat penting, tetapi sekadar cepat saja tidak lagi cukup," kata Anthony dalam keterangannya di Surabaya, Jumat.
Menurut Anthony, pemimpin bisnis perlu memikirkan langkah strategis berikutnya yang mampu membuat perusahaan lebih kuat, relevan, dan tangguh menghadapi perubahan, bukan hanya mengejar pertumbuhan yang lebih cepat.
Ia menjelaskan perusahaan yang mampu memenangkan persaingan ialah yang memahami pasar lebih baik, mengambil keputusan secara tepat, memperkuat organisasi, serta mengeksekusi strategi secara disiplin.
"Bisnis yang paling kuat bukanlah bisnis yang sekadar menjadi lebih besar, melainkan bisnis yang menjadi lebih kuat fondasinya," ucapnya.
Sementara itu, Co-Founder & Managing Partner BP Consulting Group Andrew Soehartono mengatakan peran konsultan manajemen bisnis kini tidak lagi sebatas memberikan rekomendasi, tetapi juga mendampingi perusahaan mewujudkan strategi menjadi implementasi yang berdampak nyata.
Andrew mengatakan BP Consulting Group terus memperkuat kapabilitas riset, analisis bisnis, pengembangan kompetensi konsultan, serta solusi yang berorientasi pada dampak bisnis terukur bagi berbagai sektor industri.
"Perusahaan tidak membutuhkan lebih banyak teori, tetapi membutuhkan mitra yang mampu membantu mereka memahami realitas pasar, mengambil keputusan yang tepat, dan mengeksekusi strategi dengan lebih efektif," ujarnya.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.