Muslimat akan terus senantiasa berjuang menyerukan perdamaian di muka bumi

Surabaya (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) Khofifah Indar Parawansa menyaksikan deklarasi Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Riau yang menyampaikan sembilan imbauan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghentikan perang dan mewujudkan perdamaian dunia.

“Muslimat akan terus senantiasa berjuang menyerukan perdamaian di muka bumi. Salah satunya melalui seruan kepada PBB agar seluruh pihak menjaga anak-anak, menjaga layanan pendidikan, menjaga layanan kesehatan, termasuk menjaga keselamatan jurnalis, dan yang paling penting menjaga kehidupan kemanusiaan,” kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat.

Khofifah mengapresiasi lahirnya deklarasi tersebut, karena menjadi bentuk kepedulian Muslimat NU terhadap persoalan kemanusiaan global sekaligus penegasan bahwa organisasi perempuan tersebut terus mengambil bagian dalam membangun budaya damai di tingkat dunia.

Menurut Khofifah, semangat perjuangan Muslimat NU selama ini tidak hanya diwujudkan melalui program sosial dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga melalui kekuatan religiusitas yang menjadi fondasi gerakan organisasi.

“Muslimat NU Insya Allah merupakan organisasi yang well-organized. Kekuatan ini menjadi modal untuk terus bergerak dan memberi manfaat bagi umat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Muslimat NU juga berkontribusi menjaga persatuan bangsa melalui berbagai gerakan sosial dan spiritual yang dilaksanakan mulai dari tingkat ranting atau desa/kelurahan hingga tingkat nasional.

“Muslimat ingin menjaga negeri ini agar tetap damai. Suasana persaudaraan harus dibangun dengan semangat saling membantu, mewujudkan perdamaian dan kesejukan di tengah masyarakat,” katanya.

Khofifah menjelaskan, upaya membangun perdamaian membutuhkan ekosistem yang kuat dan berkelanjutan. Jika ekosistem tersebut dibangun dengan keikhlasan dan kebersamaan, maka akan menghadirkan keberkahan bagi bangsa.

Selain memperkuat gerakan sosial dan spiritual, Muslimat NU juga mengembangkan sejumlah langkah strategis, di antaranya pembentukan Asosiasi Profesor serta paralegal Muslimat NU.

Menurut Khofifah, keberadaan asosiasi tersebut menunjukkan semakin besarnya kontribusi perempuan Muslimat NU dalam dunia akademik, pengembangan ilmu pengetahuan, serta layanan hukum di tingkat akar rumput.

“Kita berharap para guru besar dapat meluaskan kontribusinya untuk menjadi ladang amal pencerdasan kehidupan bangsa,” katanya.

Muslimat NU, lanjut Khofifah, juga terus memperkuat layanan konsultasi hukum bagi masyarakat, khususnya penyelesaian persoalan secara nonlitigasi melalui paralegal.

Saat ini Muslimat NU juga menyiapkan peace maker sebagai problem solver yang diharapkan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Khofifah mengatakan kader-kader Muslimat NU diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa kemaslahatan bagi umat mulai dari tingkat keluarga, lingkungan, hingga level kebijakan yang lebih luas.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026