Surabaya (ANTARA) - Di balik hiruk-pikuk jalanan Jakarta, jutaan mitra ojek online setiap hari berkeliling mengantar penumpang, makanan, maupun paket. Mereka bekerja berpacu dengan waktu demi memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, di antara padatnya lalu lintas dan tuntutan pekerjaan, tumbuh pula kisah-kisah tentang solidaritas yang sering luput dari perhatian.

Bagi Rudy Paiman, jalanan bukan sekadar tempat mencari penghasilan. Jalanan adalah ruang untuk menolong sesama.

Pria yang akrab disapa Bang Rudy itu telah menjadi mitra Grab sejak 2016. Hampir satu dekade mengaspal membuat warga Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, tersebut memahami bahwa pekerjaan sebagai mitra ojol bukan hanya soal mengejar order, tetapi juga membangun kepedulian terhadap orang-orang yang ditemui setiap hari.

"Kenapa sih kita harus rela direpotin untuk menolong orang? Karena bisa jadi suatu saat kita ada di posisi orang yang membutuhkan bantuan itu," ujar Rudy saat ditemui di Tebet Ecopark, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026).

Kalimat sederhana itu menjadi prinsip yang terus ia pegang selama bertahun-tahun.


Menjadi penggerak solidaritas

Di kalangan komunitas mitra ojol, Bang Rudy dikenal sebagai sosok yang ringan tangan. Ketika ada kabar seorang mitra mengalami kecelakaan atau menghadapi kesulitan di jalan, ia kerap menjadi orang pertama yang mengoordinasikan bantuan.

Bersama rekan-rekannya, Rudy membantu mengarahkan korban ke fasilitas kesehatan, menghubungi keluarga, mendampingi proses administrasi, hingga memastikan perlindungan atau asuransi yang tersedia dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan.

Bagi Rudy, komunitas bukan sekadar tempat berkumpul atau berbagi informasi. Komunitas adalah keluarga kedua yang saling menguatkan ketika salah satu anggotanya membutuhkan pertolongan.

Di tengah pekerjaan yang sebagian besar dilakukan secara mandiri, rasa saling menjaga itulah yang menurutnya membuat para mitra tetap merasa memiliki teman seperjuangan.


Berhenti demi menolong

Salah satu pengalaman yang paling membekas dalam ingatan Rudy terjadi pada suatu malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu ia sedang dalam perjalanan pulang bersama istrinya. Jalanan mulai lengang ketika matanya menangkap seorang pengendara motor yang mengalami insiden dan membutuhkan pertolongan.

Tidak banyak kendaraan yang berhenti.

Tanpa berpikir panjang, Rudy menepikan motornya. Ia membantu membawa korban ke rumah sakit, lalu menghubungi keluarga korban agar segera datang.

"Bagi saya, yang paling penting adalah orangnya selamat dulu. Urusan lain bisa belakangan. Setelah keluarga datang dan semuanya selesai, baru saya merasa tenang untuk pulang," tuturnya.

Bagi Rudy, membantu orang yang sedang berada dalam situasi darurat bukanlah pilihan yang perlu dipikirkan lama. Ia percaya bahwa keselamatan manusia selalu menjadi prioritas.


Membuka jalan bagi penyandang disabilitas

Kepedulian Bang Rudy tidak berhenti pada situasi darurat di jalan.

Belum lama ini, ia mendampingi seorang penyandang disabilitas yang memiliki keinginan kuat untuk bekerja sebagai mitra ojol.

Rudy membantu proses pendaftaran akun calon mitra tersebut sekaligus mengomunikasikan kondisinya kepada aplikator agar seluruh proses dapat berjalan dengan baik.

Menurutnya, aplikator juga memberikan arahan dan edukasi, termasuk mengenai aspek keselamatan berkendara bagi mitra dengan kebutuhan khusus.

"Kantor akan ngarahin dan bantu edukasi juga buat teman-teman disabilitas. Sampai urusan safety juga dijelasin," ujarnya.

Pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam bagi Rudy.

Melihat semangat seseorang yang akhirnya memiliki kesempatan bekerja membuatnya ikut terharu.

"Saya melihat dia sebahagia itu bisa bekerja, jadi ikut terharu," katanya.


Keselamatan adalah bentuk kepedulian

Selama hampir sepuluh tahun menjadi mitra, Rudy menyadari bahwa bekerja di jalan memiliki risiko yang tidak kecil. Karena itu, ia terus mengingatkan rekan-rekannya agar tidak mengabaikan keselamatan.

Mulai dari menggunakan perlengkapan berkendara sesuai standar, menjaga kondisi tubuh sebelum bekerja, hingga mematuhi aturan lalu lintas menjadi pesan yang selalu ia sampaikan.

Baginya, keselamatan bukan hanya tanggung jawab pribadi, melainkan bagian dari budaya saling menjaga di antara sesama mitra.

"Kalau kerja di jalan, kita harus selalu ingat keselamatan. Bukan cuma untuk diri sendiri, tapi juga untuk penumpang, pengguna jalan lain, dan keluarga yang menunggu di rumah," kata Rudy.

Ia juga meyakini bahwa edukasi keselamatan yang diberikan aplikator akan lebih efektif apabila terus disebarkan melalui komunitas, sehingga dapat dipahami dan diterapkan dalam keseharian para mitra.


Jalanan yang menghubungkan banyak kebaikan

Bagi sebagian orang, jalanan mungkin hanya dipenuhi kendaraan yang berlalu-lalang. Namun, bagi Bang Rudy, setiap perjalanan menyimpan kesempatan untuk berbuat baik.

Melalui komunitas, ia berusaha menjadi penghubung agar sesama mitra tetap saling terinformasi, saling peduli, dan tidak merasa sendirian ketika menghadapi kesulitan.

Ia percaya solidaritas tidak dibangun melalui kata-kata besar, melainkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Kisah Bang Rudy memperlihatkan sisi lain dari ekosistem ojek online yang jarang terlihat. Di balik kesibukan mengejar order, tumbuh semangat gotong royong yang membuat para mitra saling menjadi penolong ketika dibutuhkan.

Dari keberanian untuk berhenti membantu orang yang mengalami kecelakaan, mendampingi penyandang disabilitas meraih kesempatan bekerja, hingga terus mengingatkan pentingnya keselamatan, Rudy membuktikan bahwa jalanan tidak hanya menjadi tempat mencari nafkah.

Jalanan juga dapat menjadi ruang untuk menebar kebaikan, menjaga sesama, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

 



Editor : Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026