Madiun (ANTARA) - BPBD Kota Madiun, Jawa Timur memberikan pelatihan kebencanaan berupa water rescue dan teknik pemadaman api kepada relawan dan aparatur sipil negara (ASN) di Embung Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo guna meningkatkan kemampuan dalam kondisi darurat.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, M Yusuf Asmadi di Madiun, Kamis, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan Damkar Kota Madiun, BPBD, Babinsa, Babinkamtibmas, ASN perwakilan OPD, relawan, serta unsur kelurahan agar sinergi lintas sektor semakin kuat dalam penanganan bencana.
"Kita tidak pernah tahu kapan bencana datang. Karena itu teman-teman harus mengetahui teknik, pengetahuan, dan langkah-langkah penanganan apabila terjadi bencana," ujar Yusuf dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Penanganan Bencana di Madiun.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menghadapi situasi darurat dan bencana.
Para peserta mendapatkan materi teknik dasar mendayung, teknik dasar kebencanaan, dan teknik dasar pemadaman api. Adapun untuk narasumber adalah dengan mengundang instruktur dari Basarnas Jawa Timur yang memberikan pembekalan materi sekaligus pendampingan praktik teknik dasar kebencanaan.
Adapun pembekalan tak hanya melibatkan personel BPBD dan relawan, tetapi juga unsur ASN, agar setiap peserta diharapkan memahami tanda-tanda potensi bencana, langkah-langkah mitigasi, hingga mekanisme koordinasi dalam penanganan keadaan darurat.
"Yang paling penting adalah komunikasi. Jika ada potensi atau tanda-tanda bencana, segera berkoordinasi dengan lingkungan dan instansi terkait agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat," kata Yusuf.
Pada kegiatan bimtek tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai manajemen bencana lintas sektor, pengenalan peralatan penanganan bencana air, serta teknik dasar yang dipandu langsung oleh instruktur dari Basarnas Jawa Timur.
Selain itu, peserta juga diajak praktik lapangan yang meliputi teknik pertolongan korban di air, pengoperasian perahu karet, penggunaan rescue rope, hingga simulasi evakuasi korban.
Melalui bimtek tersebut, Pemerintah Kota Madiun berharap kapasitas aparatur dan relawan dalam penanggulangan bencana terus meningkat sehingga mampu memberikan respons yang cepat, terkoordinasi, dan profesional guna meminimalkan risiko serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.