Nganjuk (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, Jawa Timur, mengungkapkan sejumlah perjalanan kereta api terdampak usai terjadinya kecelakaan antara KA Logawa dan sebuah truk di perlintasan sebidang resmi terjaga di Nganjuk.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan KA Logawa tertemper sebuah truk saat melintas di perlintasan sebidang JPL 103 Km 126+428 pada petak jalan Bagor-Saradan, Kabupaten Nganjuk, Kamis, sekitar pukul 14.34 WIB.

"Benar, telah terjadi insiden kecelakaan di JPL 103 Km 126+428 antara Stasiun Bagor dan Saradan yang melibatkan KA Logawa dengan sebuah truk. Saat ini petugas KAI bersama pihak terkait masih melakukan penanganan di lokasi agar perjalanan kereta api dapat kembali normal," kata Tohari dalam keterangannya di Nganjuk.

Ia mengungkapkan sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan maupun berhenti luar biasa (BLB) selama proses penanganan di lokasi.

Beberapa kereta api yang terdampak, antara lain KA Ranggajati, KA Argo Semeru, KA Brantas, KA Argo Wilis, KA Jayakarta, serta sejumlah perjalanan kereta api lainnya yang melintas di jalur tersebut.

Pihaknya juga sudah koordinasi dengan kepolisian resor setempat untuk penanganan lebih lanjut. Kendaraan truk itu mengalami kerusakan yang cukup berat. Badan truk penyok.

Namun, untuk lokomotif masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut tingkat kerusakannya serta kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut.

Sedangkan untuk korban jiwa, hingga kini dari KAI Daop 7 Madiun juga masih komunikasi dengan aparat terkait.

KAI Daop 7 Madiun juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan perjalanan kereta api sebagai dampak insiden tersebut.

Tohari menegaskan bahwa KAI bersama pihak terkait terus melakukan penanganan secara maksimal agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.

"KAI akan terus mengutamakan keselamatan dalam setiap proses penanganan hingga seluruh perjalanan kereta api di lintas tersebut kembali berjalan normal," ujarnya.

KAI juga mengimbau pengguna jalan untuk disiplin dan mematuhi ketentuan saat melintasi perlintasan sebidang dengan berhenti, melihat ke kiri dan kanan, memastikan tidak ada kereta api yang melintas, serta mendahulukan perjalanan kereta api guna mencegah kecelakaan.

 

 



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026