Kemitraan internasional tidak dapat dibangun hanya melalui kesamaan kepentingan atau penandatanganan dokumen kerja sama

Surabaya (ANTARA) - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memaparkan strategi internasionalisasi kampus melalui penguatan kemitraan global pada ajang Walailak University International Day (WUiDAY) 2026 di Walailak University, Thailand, Kamis, guna memperluas kolaborasi akademik lintas negara.

"Kemitraan internasional tidak dapat dibangun hanya melalui kesamaan kepentingan atau penandatanganan dokumen kerja sama. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana setiap perguruan tinggi menghadirkan kontribusi melalui riset, publikasi ilmiah, inovasi pembelajaran, serta pengembangan sumber daya manusia. Dari situlah akan tumbuh kepercayaan yang menjadi dasar lahirnya kolaborasi jangka panjang," ujar Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Untag Surabaya Dr. Sumiati, M.M.

Dalam forum internasional tersebut, Dr. Sumiati menyampaikan materi bertajuk Strengthening Global Partnerships Through Academic Excellence and International Collaboration. Ia menegaskan kerja sama antarperguruan tinggi saat ini tidak cukup diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman, tetapi harus menghasilkan program akademik yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan institusi.

Menurut dia, perguruan tinggi menghadapi tantangan yang terus berkembang, mulai dari percepatan transformasi teknologi, kebutuhan inovasi, hingga tuntutan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.

Karena itu, kolaborasi lintas negara menjadi langkah strategis untuk memperkaya pengalaman akademik sekaligus meningkatkan kualitas perguruan tinggi.

Ia mengatakan kualitas akademik menjadi modal utama dalam membangun hubungan yang setara dengan perguruan tinggi di berbagai negara.

Penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dinilai akan membuka peluang lebih luas untuk mengembangkan berbagai program bersama.

Strategi tersebut telah diterapkan Untag Surabaya melalui beragam bentuk kolaborasi, antara lain penelitian bersama (joint research), publikasi ilmiah bersama (joint publication), pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan kurikulum, alih kredit (credit transfer), gelar bersama (joint degree), gelar ganda (double degree), konferensi internasional, hingga program pengabdian kepada masyarakat bersama mitra luar negeri.

Selain itu, Untag Surabaya juga secara konsisten menyelenggarakan berbagai kegiatan internasional di lingkungan kampus, seperti program profesor tamu (visiting professor), simposium internasional, konferensi ilmiah, penelitian kolaboratif, serta magang mahasiswa di luar negeri untuk memperkuat atmosfer akademik yang terbuka terhadap pertukaran pengetahuan.

"Bagi Untag Surabaya, keberhasilan sebuah kemitraan tidak diukur dari berapa banyak dokumen yang ditandatangani, melainkan dari program yang berhasil dijalankan bersama. Kami ingin setiap kerja sama melahirkan luaran yang jelas, baik dalam bentuk penelitian, publikasi, mobilitas mahasiswa dan dosen, maupun kegiatan akademik lain yang memberikan manfaat nyata bagi semua pihak," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dr. Sumiati juga memperkenalkan pendekatan co-creation dalam membangun kemitraan internasional, yakni melibatkan seluruh mitra sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program agar kerja sama disusun berdasarkan kebutuhan, keunggulan, dan tujuan bersama.

Keikutsertaan Untag Surabaya dalam WUiDAY 2026 juga dimanfaatkan untuk memperluas komunikasi dengan sejumlah perguruan tinggi dari berbagai negara. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya kerja sama baru dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Forum internasional seperti WUiDAY menjadi kesempatan yang sangat baik untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan membangun kepercayaan. Kami berharap komunikasi yang terjalin selama forum ini dapat berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat bersama, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa dan dosen Untag Surabaya untuk berkiprah di tingkat internasional," tutur Dr. Sumiati.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026