Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menangani permasalahan anak putus sekolah, salah satunya melalui program Garda Ampuh atau gerakan daerah angkat anak muda putus sekolah yang menjaring dan mengangkat anak putus sekolah untuk disekolahkan kembali.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Kamis, mengemukakan selain lewat program Garda Ampuh, ada juga program uang saku dan uang transportasi bagi pelajar kurang mampu.

"Kami juga sudah berkolaborasi dengan banyak pihak untuk menangani permasalahan anak putus sekolah, misal dengan Baznas, termasuk juga aksi sosial rutin yang dilakukan siswa Banyuwangi lewat Siswa Asuh Sebaya. Jadi tidak ada alasan anak tidak bisa bersekolah," katanya.

Bupati Ipuk mengaku juga telah menginstruksikan para kepala sekolah untuk berperan aktif dalam penanganan permasalahan pendidikan utamanya anak putus sekolah.

Ia meminta kepala sekolah peka terhadap kondisi di sekitarnya, dan apabila ada anak yang berpotensi putus sekolah agar segera dirangkul.

"Kami sudah berulang kali menegaskan bahwa tidak boleh ada anak tidak bersekolah saat usia sekolah, kami di pemerintah daerah sudah menyediakan banyak skema," ucap Bupati Ipuk.

Selain itu, Bupati juga berpesan agar kepala sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.

"Selain fasilitas yang memadai, semua guru juga harus bisa memberikan pembelajaran yang berkualitas, sehingga siswa bahagia dan nyaman belajar di sekolah," kata Ipuk.

Ia menambahkan sinergi penanganan permasalahan anak putus sekolah juga bisa dilakukan dengan melibatkan para orang tua siswa. Bupati Ipuk mengimbau para kepala sekolah mampu menjalin hubungan baik dengan para orang tua.

"Bangun ikatan emosional dengan para orang tua, terima dan jadikan saran serta masukan dari mereka sebagai dasar pembuatan kebijakan sekolah," tutur Ipuk.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Alfian menambahkan sebelumnya ada 42 kepala sekolah yang mengalami rotasi jabatan.

"Rotasi dilakukan disesuaikan dengan karakteristik sekolah dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah, dan harapannya ini bisa membawa perkembangan positif pada sekolah yang baru," ujarnya.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026