Sumenep (ANTARA) - Kementerian Pertanian Republik Indonesia mendorong para penyuluh pertanian di berbagai wilayah untuk menerapkan teknologi pertanian modern melalui metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS), guna meningkatkan hasil produksi dan mewujudkan program swasambada pangan nasional.
Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI untuk wilayah kerja Kabupaten Sumenep Dewo Ringgih di Sumenep, Jatim, Rabu mengatakan, teknologi PM-AAS menawarkan peningkatan produktivitas padi yang cukup signifikan dibanding metode budidaya yang selama ini diterapkan petani.
"Teknologi PM-AAS merupakan hasil adopsi dari teknologi pertanian modern yang dipelajari Kementerian Pertanian di Arkansas, Amerika Serikat. Selanjutnya teknologi tersebut dimodifikasi agar sesuai dengan kondisi lahan dan karakteristik pertanian di Indonesia sehingga dapat diterapkan di berbagai wilayah," katanya.
Ia menjelaskan, salah satu keunggulan utama PM-AAS adalah kemampuannya meningkatkan produktivitas padi hingga mencapai sekitar 10 ton per hektare. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata produktivitas padi selama ini yang masih berkisar 5 ton per hektare.
"Melalui penerapan PM-AAS, produktivitas padi berpotensi meningkat hingga sekitar 10 ton per hektare. Ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi sekaligus memperkuat swasembada pangan yang berkelanjutan," katanya.
Karena itu, sambung dia, para penyuluh pertanian di Kabupaten Sumenep dikirim ke Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur yang berada di Kabupaten Malang untuk mempelajari secara langsung penerapan teknologi tersebut sebelum diterapkan kepada petani di Kabupaten Sumenep.
"Kami berharap seluruh penyuluh pertanian yang mengikuti studi tiru ini dapat segera mengadopsi teknologi PM-AAS, kemudian mengimplementasikannya di wilayah binaan dan desa tempat mereka bertugas agar manfaatnya segera dirasakan oleh para petani," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Pertanian berharap inovasi PM-AAS bisa mempercepat modernisasi sektor pertanian di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sumenep, sehingga produktivitas dan ketahanan pangan nasional semakin meningkat.
Pewarta: Abd AzizUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.