Situbondo, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat selama periode Januari-Juni 2026 produksi padi mencapai 225.736 ton atau melampaui produksi padi periode yang sama tahun sebelumnya yang 211.579 ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo Quratul Aini di Situbondo, Jatim, Selasa, menyampaikan produksi yang mencapai 225.736 ton gabah kering panen (GKG) itu dari luas panen 40.433 hektare (ha).

"Pada periode yang sama tahun sebelumnya, luas lahan padi yang dipanen 37.682 hektare. Alhamdulillah, semester satu produksi padi meningkat," katanya.

Quratul pun optimistis produksi padi tahun ini akan meningkatkan dan melampaui target produksi padi 2026 sebanyak 321.000 ton, karena pemerintah daerah terus memberikan pendampingan kepada petani untuk peningkatan produksi.

Selain itu, lanjutnya, optimisme produksi tanaman padi bisa melampaui target yang ditetapkan Kementerian Pertanian itu seiring dengan adanya inovasi pupuk organik cair atau POC dari limbah rumah tangga (limbah dapur).

"Selain memberikan pendampingan ke petani, kami juga dengan memfasilitasi drone pertanian secara gratis bagi para petani untuk pemupukan dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman pangan, khususnya padi," kata Tutuk, sapaan akrabnya.

Pada 2025, produksi padi Situbondo mencapai 321.723 ton atau melampaui target yang ditetapkan Kementerian Pertanian sebesar 241.266 ton.

Pada 2026, pemerintah daerah setempat juga optimistis produksi padi bisa tembus 500.000 ton dari target tahun ini 321.000 ton.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026