Pemprov Jatim (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Satuan Tugas (Satgas) Pangan menggelar pertemuan peternak ayam dengan pedagang perantara untuk mengidentifikasi penyebab rendahnya harga telur ayam saat ini.

Pertemuan dan dialog antara peternak ayam petelur dan pedagang diharapkan dapat menemukan  solusi atas rendahnya harga telur di tingkat peternak sehingga tidak menyebabkan kerugian berkelanjutan.

"Kalau pemerintah langsung meminta pedagang membeli telur di harga Rp26.500 per kilogram, sementara harga di pasar berada di kisaran Rp24.000-Rp25.000 per kilogram, tentu harus dilihat dulu akar permasalahannya. Karena itu, peternak dan pedagang perantara harus dipertemukan agar informasi yang berkembang menjadi jelas," katanya.

Menurut Emil, persoalan kelebihan pasokan (oversupply) telah diakui dan mulai ditangani pemerintah melalui kebijakan afkir ayam petelur berusia 90 pekan serta pembatasan populasi Grand Parent Stock (GPS) sebagai sumber bibit induk ayam.

Peternak, tambah Emil, juga berharap kebijakan yang diterbitkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan dampak nyata terhadap perbaikan harga telur di tingkat produsen.

Emil menjelaskan pemerintah tidak ingin peternak terus mengalami kerugian sehingga meminta Disperindag mendata pelaksanaan pertemuan di setiap wilayah untuk memastikan proses mediasi berjalan.

Terkait harga yang diharapkan peternak, Emil enggan menyebutkan angka tertentu sebelum proses dialog berlangsung karena besaran harga perlu disepakati bersama antara peternak dan pedagang perantara.

Ia juga menyinggung kesepakatan sebelumnya agar telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibeli langsung dari peternak melalui asosiasi atau koperasi guna mempersingkat rantai distribusi.

"Kalau dibeli langsung dari peternak melalui asosiasi atau koperasi, harga minimal yang diterima peternak sekitar Rp24.000 per kilogram," katanya.



Pewarta: Willi Irawan
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026