Banyuwangi (ANTARA) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim berkolaborasi memperkuat komitmen untuk menghadirkan layanan perbankan terintegrasi bagi para aparatur sipil negara (ASN).

Wakil Direktur Utama Bank Jatim, R Arief Wicaksono mengatakan, melalui kerja sama itu pihaknya ingin membangun ekosistem layanan yang lebih terintegrasi dan memberikan kemudahan, serta menghadirkan solusi perbankan yang cepat, aman dan sesuai kebutuhan ASN.

"Pengelolaan bisnis ASN selama ini menjadi salah satu pilar utama bisnis Bank Jatim, karena memberikan kontribusi signifikan terhadap penghimpunan dana murah, maupun penyaluran kredit konsumer," kata Arief, dalam keterangan tertulis diterima di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin,

Sinergi tersebut, ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bank Jatim Kantor Pusat dan Cabang Bank Jatim dengan BKD, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP), serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Aparatur (BKPSDA).

Arief menjelaskan kerja sama ini merupakan langkah strategis perseroan dalam memperkuat hubungan kelembagaan dengan pemerintah daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan perbankan kepada ASN secara menyeluruh.

Ia menyampaikan ASN merupakan salah satu segmen utama Bank Jatim yang memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan, yang saat ini mengelola sekitar 368 ribu ASN dengan nilai payroll mencapai sekitar Rp1,5 triliun setiap bulan.

Meski demikian, katanya, seiring dengan rencana implementasi kebijakan single salary oleh pemerintah pusat yang berpotensi mengubah pola pengelolaan penggajian ASN dan meningkatkan kompetisi antarperbankan, diperlukan penguatan kerja sama yang memiliki landasan hukum yang lebih komprehensif.

Melalui kerja sama itu, kata Arief, Bank Jatim dan BKD/BKPSDM/BKPP/BPKSDA kabupaten/kota se-Jawa Timur menyepakati berbagai ruang lingkup kerja sama, di antaranya layanan penyaluran gaji, tunjangan dan tambahan penghasilan ASN, dan penyediaan fasilitas kredit.

Kemudian, integrasi serta pemanfaatan data dasar kepegawaian ASN melalui sistem host to host secara terbatas dengan tetap memperhatikan prinsip perlindungan data pribadi, penyediaan layanan digital perbankan seperti ATM/debit, mobile banking, co-branding card dan layanan digital lainnya.

"Selain itu, kerja sama juga mencakup dukungan terhadap peningkatan kapasitas dan kompetensi ASN serta penyediaan berbagai layanan perbankan lainnya, termasuk potensi pembiayaan pendidikan dan penempatan dana," kata Arief.

Direktur Ritel & Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo menambahkan, integrasi layanan ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin efektif sekaligus memperkuat ekosistem digital antara Bank Jatim dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas layanan kepada ASN, tapi juga memperkuat sinergi antara Bank Jatim dengan pemerintah daerah dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik.

"Melalui integrasi data berbasis sistem host to host, kami dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, akurat, dan tepat sasaran, termasuk pengembangan program pre-approved credit yang semakin memudahkan ASN memperoleh akses pembiayaan," katanya.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026