Karena keluarga adalah sekolah pertama kehidupan. Di sanalah karakter dibentuk, akhlak ditanamkan, dan masa depan bangsa dipersiapkan
Surabaya (ANTARA) - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur melatih ratusan konsultan guna memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026.
"Karena keluarga adalah sekolah pertama kehidupan. Di sanalah karakter dibentuk, akhlak ditanamkan, dan masa depan bangsa dipersiapkan," kata Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin.
Ia menilai perubahan gaya hidup, derasnya arus media digital, tekanan ekonomi, hingga menurunnya kualitas komunikasi dalam rumah tangga menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama.
"Data ini menjadi pengingat bahwa keluarga membutuhkan pendampingan yang nyata. Kita tidak boleh hanya datang ketika masalah sudah terjadi, tetapi harus hadir sejak awal melalui edukasi, konsultasi, dan pemberdayaan keluarga," ujarnya.
Bagus menyebutkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Timur masih menjadi salah satu provinsi dengan angka perceraian tertinggi di Indonesia, dengan lebih dari 93 ribu perkara perceraian sepanjang 2025.
Menurut dia, kehadiran konsultan keluarga di berbagai daerah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem keluarga yang sehat dan tangguh.
"Kita ingin PKS hadir bukan hanya menjelang pemilu, tetapi hadir setiap saat ketika masyarakat membutuhkan. Hadir dalam keluarga, hadir dalam pemberdayaan ekonomi, dan hadir memberikan solusi atas persoalan masyarakat," katanya.
Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Jawa Timur yang menghadirkan psikolog sekaligus Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan Partai Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Muhammad Iqbal serta Bipeka DPP PKS Iis Istiqomah.
Ketua Bipeka DPW PKS Jawa Timur Nurul Arbaati mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian PKS terhadap meningkatnya tantangan yang dihadapi keluarga Indonesia.
Menurut dia, keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat sehingga penguatan ketahanan perlu dilakukan secara sistematis melalui edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan ekonomi.
Dalam kegiatan itu, DPW PKS Jawa Timur juga meluncurkan Sekolah Keluarga Indonesia (SKI), Pos Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PPEK), serta Halo Rumah Keluarga Indonesia (Halo RKI) sebagai layanan pusat konsultasi keluarga bagi masyarakat.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.