Untuk mengantisipasi dampak dari kemarau terhadap penurunan produktivitas perikanan, penggunaan aerator kami optimalkan agar pasokan kadar oksigen ke kolam budidaya tetap terjaga

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur mengoptimalkan teknologi aerator sebagai salah satu langkah menjaga produksi budidaya ikan air tawar selama berlangsungnya musim kemarau.

"Untuk mengantisipasi dampak dari kemarau terhadap penurunan produktivitas perikanan, penggunaan aerator kami optimalkan agar pasokan kadar oksigen ke kolam budidaya tetap terjaga," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring di Malang, Minggu.

Menurutnya, kadar oksigen yang terjaga akan mencegah terjadinya kejadian gagal panen akibat kematian massal pada ikan air tawar.

Selain itu, dinas terkait juga menyiapkan langkah lain untuk mencegah penurunan produktivitas perikanan budidaya, yakni dengan mengintensifkan pendampingan penerapan cara budidaya ikan yang baik (CBIB), pemantauan terhadap kualitas air, dan penggunaan bibit unggul dengan tingkat kelangsungan hidup tinggi.

Baca juga: Pemkab Malang masifkan model kawasan guna dongkrak produksi budidaya ikan

Kemudian, penggunaan bioflok, recirculating aquaculture system (RAS), dan penguatan kapasitas kepada pembudidaya melalui bimbingan teknis budidaya.

"Kami memanfaatkan informasi soal iklim sebagai dasar pengambilan keputusan pada usaha sektor perikanan budidaya dan melakukan koordinasi lintas sektor guna mendapatkan dukungan pengelolaan sumber daya air yang diperlukan," ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Malang, produksi perikanan budidaya pada semester I 2026 atau mulai periode Januari hingga Juni mencapai 6.301,5 ton dari target 13 ribu ton lebih.

Komoditas budidaya ikan air tawar di Kabupaten Malang yang menjadi unggulan, salah satunya adalah lele dengan total produksi 3.550 ton.

Baca juga: Pemkab Malang sebut potensi budidaya ikan air tawar menjanjikan

Victor menyampaikan, sentra budidaya ikan air tawar untuk lele tersebar di tujuh wilayah kecamatan, yakni Turen, Ngajum, Wajak, Pagelaran, Sumberpucung, Wagir, dan Karangploso.

Secara keseluruhan pembudidaya ikan sepanjang 2026 sebanyak 3.949 orang, jumlahnya meningkat dari 2025 sekitar 3.909 orang.

Menurut dia, meningkatnya jumlah pelaku budidaya ikan air tawar di Kabupaten Malang dikarenakan semakin tumbuhnya minat masyarakat menjalankan bisnis budidaya.

Victor menyampaikan produksi budidaya ikan tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat di Kabupaten Malang, tetapi dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Batu, Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Blitar, Kediri, dan Kota Malang.

"Pemasaran ke luar Kabupaten Malang sekitar 20 persen sampai 30 persen dari total produksi budidaya," tuturnya.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026