tidak semua legenda Indonesia memiliki kehidupan yang baik setelah gantung sepatu

Surabaya (ANTARA) - Penyelenggara Indonesia Fun Football Legends (IFFL) mengupayakan terbentuknya wadah sosial bagi legenda sepak bola Indonesia melalui pertandingan amal yang akan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, pada 5 Juli 2026.

Founder IFFL Eva Nurida Siregar mengatakan inisiatif tersebut lahir dari kepeduliannya terhadap kondisi para mantan pesepak bola yang tidak seluruhnya memiliki kehidupan baik setelah pensiun dari lapangan hijau.

"Fokus utama saya memang untuk para legenda Indonesia karena saya melihat sendiri tidak semuanya memiliki kehidupan yang baik setelah gantung sepatu," kata Eva saat konferensi pers di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.

Menurut dia, IFFL tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi para mantan pemain, tetapi juga diharapkan mampu memotivasi mereka agar tetap aktif, menjaga kebugaran, dan menjadi teladan bagi generasi muda.

"Kami ingin para legenda di Indonesia tetap berdiri tegak meskipun sudah pensiun agar bisa menjadi teladan bagi pemain-pemain muda Indonesia," ucapnya.

Ia menambahkan, kegiatan IFFL akan digelar secara berkala dan menjangkau berbagai daerah di Indonesia agar semakin banyak legenda sepak bola yang dapat terlibat dalam kegiatan sosial tersebut.

Eva menegaskan gerakan itu dibangun bukan untuk menunjukkan kemampuan ekonomi, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap para mantan pemain yang pernah berkontribusi bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

"Kami bergerak murni karena rasa peduli. Kami ingin memberikan motivasi kepada legenda-legenda kita agar tetap semangat menjalani hidup," ujarnya.

Sementara itu, pelatih sepak bola Aji Santoso menilai pertandingan amal yang digelar IFFL memiliki makna lebih dari sekadar laga hiburan karena menjadi momentum mempererat silaturahim antarmantan pemain, pelatih, dan insan sepak bola.

"Pertandingan ini menjadi ajang silaturahim bagi para mantan pemain, antar-pemain, bahkan antara pelatih dan pemain," katanya

Aji mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi kepada para legenda sepak bola Indonesia yang memiliki perjalanan hidup berbeda setelah pensiun, karena tidak semuanya melanjutkan karier sebagai pelatih ataupun tetap berkecimpung di dunia sepak bola.

Menurut dia, para pemain yang tampil dalam pertandingan amal itu diharapkan tetap menyuguhkan permainan menarik, namun tidak memaksakan kondisi fisik mengingat sebagian besar sudah lama tidak menjalani latihan dengan intensitas tinggi.

"Kita ingin mereka tetap menunjukkan kemampuan terbaiknya, tetapi harus tetap mengukur kondisi fisik masing-masing supaya pertandingan berjalan aman dan semua bisa menikmati," ujarnya.



Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026